Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
GAIRAH LIAR IBU TIRIKU

GAIRAH LIAR IBU TIRIKU

Karena dilihat dari penampilannya yang terlihat modis dan sibuk. Dugaan mereka tidak salah. Karena Barbara memang seorang pembisnis. Hanya saja dia berbisnis di dunia hitam. Karena wanita 45 tahun itu merupakan seorang munchikari yang menjajakan para pria muda sebagai pekerja sex atau yang biasa dikenal dengan sebutan "gigolo". Barbara pun membeli gedung yang sudah tak berbentuk itu beserta tanahnya. Dia membangun kembali gedung itu. Dengan berkedok sebuah club malam ia mulai merintis bisnis kotornya di sana. Ada banyak pria muda yang ia tawarkan untuk bekerja padanya menjadi seorang gigolo.
1053.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai liar bar
Baca
+Pustaka
Godaan Liar Mantan Kekasih

Godaan Liar Mantan Kekasih

Ucapan Julian mengganggu pikiran Harley. Harley mengatupkan rahangnya. Wajahnya yang tegas kini terlihat semakin dingin, hampir tanpa ekspresi. Tangannya menggenggam gelas kristal berisi whiskey, sementara matanya memantulkan cahaya kota dengan sorot penuh amarah dan kekecewaan. “Dia bahkan berani menantangku demi perempuan itu,” gumamnya lirih. “Perempuan yang seharusnya tidak pernah muncul di kehidupan kami lagi. Anak dari wanita sialan itu!” marah Harley.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai liar bar
Baca
+Pustaka
SISI LIAR JANDA SUAMIKU

SISI LIAR JANDA SUAMIKU

“Mana ada baik? Semua uang Papa dia yang pegang, aku harus minta dia, ogah.” “Tapi sepertinya dia perempuan baik-baik.” “Kelihatannya doang, aslinya liar banget.” “aku jadi penasaran.” “Jangan, jangan ganggu milik Papa, kamu bisa mati.” Wajah Rara mulai meredup. “Kenapa?” “Papa tidak akan membiarkan miliknya di ganggu orang lain.” “Oh... “ Akhirnya mereka terus terdiam sampai tempat tujuan mereka. Yaitu bar yang tempatnya sedikit tersembunyi, karena ilegal dan buka di jam pagi seperti sekarang.
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai liar bar
Baca
+Pustaka
Hasrat Liar Tuan Muda

Hasrat Liar Tuan Muda

tanya Maria menebak nebak. Patricia pun hanya bisa berdecak, setelah itu meninggalkan Maria yang masih berdiri disana. *** Setelah mendengar kabar berlian biru jatuh ke tangan Arthur Dimier, Van Der Mick segera kembali ke negaranya dan menemui James sang putra. Van Der Mick tidak mengira jika James akan seceroboh itu dengan barang berharga pemberiannya. “Temui aku di Mansion, ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu,” ucap Van Der Mick dalam sambungan teleponnya kepada James.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai liar bar
Baca
+Pustaka
Hasrat Liar Hot Duda

Hasrat Liar Hot Duda

Ia memilih pergi sebelum pikirannya semakin jauh tenggelam dalam godaan yang berbahaya ini. *** Di sebuah bar eksklusif di pusat kota Kensington, suasana malam terasa ramai dengan suara dentingan gelas dan percakapan para pengunjung. Namun, bagi Dave Oliver, dunia terasa lebih sempit dari biasanya. Ia duduk di sudut ruangan dengan ekspresi kusut, mengaduk whiskey di gelasnya tanpa benar-benar berminat meminumnya. Di seberangnya, Julian menyesap minumannya dengan santai, menatap sahabatnya yang tampak lebih gelisah dari biasanya.
1042.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai liar bar
Baca
+Pustaka
My Liar Boyfriend

My Liar Boyfriend

Dia bertekad ingin mengubah laki-laki itu menjadi lebih baik. Di saat Abin berusaha merayu Jisya, tiba-tiba ponsel yang dia letakkan di atas meja bergetar dan memunculkan panggilan dari kontak bernama Leo. Jisya yang menyandarkan bahunya dengan tangan terlipat di depan dada melirik ponsel Abin dan tanpa sengaja membaca nama kontak yang meneleponnya. Bukannya menerima pangilan itu, Abin justru menggeser tombol merah. “Kok direject?” Jisya heran saja dengan Abin yang seenaknya menolak panggilan orang lain. “Dianggkat dong, Abin! Siapa tahu penting.”
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai liar bar
Baca
+Pustaka
Obsesi Liar CEO

Obsesi Liar CEO

Madrigal membalik tubuhnya dan melihat tunawisma yang sama dengan yang pernah dia temui dulu, dia mengeluarkan selembar dolar bernilai seratus lalu menyerahkannya kepada tunawisma itu. "Aku mencari Barrio." "Barrio?" Pria itu mengusap bakal janggutnya, matanya berkilat ketika Madrigal mengeluarkan lembaran uang lebih banyak. "Penghuni Chicago tahu kalau Barrio memiliki beberapa klub." Madrigal menggeram kesal karena pria itu tidak kunjung menjawab pertanyaannya langsung dan memilih mengundur-undur hingga Madrigal mengeluarkan lebih banyak uang.
1047.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai liar bar
Baca
+Pustaka
A Perfect Liar

A Perfect Liar

Lalu aku terfikir ucapannya Chika, aku memutuskan untuk mencari Becca lagi nanti malam di bar tempat Becca katanya akan disana pukul 11 malam. Aku mendatangi bar itu sendirian tanpa menghubungi Chika terlebih dahulu karena memang aku tak memiliki nomernya, aku lupa menanyakan nomernya saat pertemuan kami kemarin malam. Kembali aku memperhatikan sekeliling hingga tak terasa ternyata sudah 4 jam lebih aku menunggu namun Becca belum juga kutemukan, jangankan Becca Chika saja tidak nampak batang hidungnya. Untung ini weekend dan kantor libur jadi aku bisa menunggu Becca hingga pagi nanti fikirku. Namun ternyata Bar tutup pukul 5 dan akupun terpaksa pulang tanpa bisa bertemu dengan Becca. Aku pun
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai liar bar
Baca
+Pustaka
Liara

Liara

Malam itu adalah hari pertama Liara bekerja sebagai pelayan di Paradise Club. Di mata pria itu, Liara biasa saja. Tubuhnya tidak seperti gitar Spanyol. Cenderung rata bak papan tulis. Wajahnya juga biasa saja. Jenis perempuan-perempuan sederhana yang ke mana-mana tanpa riasan. Tidak ada niat untuk bersama Liara, sampai tanpa sengaja Hagan melihat perempuan itu nyaris diganggu di toilet pria oleh seorang pelanggan kelab.
9.535.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai liar bar
Baca
+Pustaka
Hasrat Liar di Bawah Satu Atap

Hasrat Liar di Bawah Satu Atap

Langkah kakinya terdengar mendekat beberapa langkah, tapi berhenti. Leo melepaskan bekapannya, menatapku tajam, memberi kode untuk menjawab. Sementara itu, di bawah sana, miliknya masih tertanam dalam-dalam, berdenyut nikmat. "I-iya... ahh... Bu!" jawabku, berusaha terdengar normal meski napasku putus-putus. "Cuma... piring licin." Bukannya berhenti, jawaban itu malah memicu sisi liar Leo. Dia menekan punggungku hingga tubuhku semakin menungging di atas wastafel.
841 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai liar bar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status