Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tak Cukup Satu Lauk

Tak Cukup Satu Lauk

Bukannya magh mamak rasa kak, tadi siang habis makan sama kakak itu, sakitnya rasa perut mamak, pergi mamak ke belakang, tapi tak bisanya mamak buang air besar, keras tak maunya keluar, sampe sekarang" "Coba Laila pegang dulu perut mamak" "Mak, kerasnya perut mamak ini" tambah ku. "Sakit lah kak rasanya" mamak meringis memegang perutnya. "Mana obat mamak kemarin?" Tanyaku membuka laci rias di sebelah kasur mamak. "Habis" "Ya Allah mamak, obat 4 biji itu habis?" "Mamak minum dua kemarin malam, tapi tak mempan, mamak minum lagi pagi ini dua, tak mempan juga"
9.93.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai lidah terasa hambar
Baca
+Pustaka
OBAT TIDUR UNTUK ISTRIKU

OBAT TIDUR UNTUK ISTRIKU

Aku membantah tanpa sadar. "Kamu kenal?" Hendra melihat ke arahku, aku menggeleng dengan cepat. "Sudah lupakan, ayok makan." Aku kembali mengalihkan fokus Hendra pada makanan di meja. Aku mulai mengambil nasi dan lauk. Semua mengatakan makanannya enak, tapi, bagiku hambar … sangat hambar. Sama halnya dengan perasaan yang sedang aku rasakan sekarang. Hanya agar Hendra atau yang lainnya saja tidak curiga dan bertanya-tanya, aku menyantap makanan itu.
1050.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai lidah terasa hambar
Baca
+Pustaka
Suamiku Selalu Ingin Bercerai

Suamiku Selalu Ingin Bercerai

tapi hambar. Tidak ada rasa kuat yang meledak di lidahnya. Tidak seperti mi instan yang kuahnya penuh MSG dan rempah buatan, yang begitu menggigit dan memberi sensasi nikmat seketika. Aria mencoba sesuap nasi dan ikan panggang. Dagingnya lembut, tapi rasanya terlalu ringan. Tumisan sayur pun sama saja. Lidahnya seolah menolak, otaknya memberi sinyal bahwa makanan ini bukan sesuatu yang biasa ia makan.
9.861.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai lidah terasa hambar
Tampilkan Ulasan (16)
Baca
+Pustaka
gecoteh480
aku baru baca 10 bab trus ngintip cuplikan2 sampe bab akhir. sebenrnya aku penasaran pgn baca tapi ending nya kok sepupu aria halu malah tergila gila sama suaminya aria sampe ngaku2 dihamili.. ini berat deh konfliknya keluarga. aku jadi takut bacaaa huuu tapi penasarannnnn
Farah
manis bgt endingnya ... salut sama Davis yg milih pergi tp kasian... cerita ini bener" ngandung bawang dr awal nangisin aria, terus nangisin Aditya, sekarang udh bhgia semua.. ikut seneng.. thx thor, ini bukan novel ringan loh, ini novel berat yg bener" nguras air mata sama emosi..
Baca Semua Ulasan
Tiga Mayat Satu Takdir

Tiga Mayat Satu Takdir

gumamnya, suaranya lemah tapi ada nada canda di dalamnya. Laila duduk perlahan dengan bantuan Sarah, tangannya menggerakkan bahasa isyarat lambat, "Aku... aku baik-baik saja. Tapi capek sekali." Matanya cokelat besar berkaca-kaca, tapi ada kepuasan kecil di wajahnya setelah berhasil menghentikan parasit.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai lidah terasa hambar
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

Hanya asa yang ia biaskan di kedua manik hitam matanya. "Bagaimana ya? Saya kepingin, tapi saya juga takut mempermalukan Bapak. Terkadang saya tidak mengerti jikalau diajak bercakap-cakap dengan bahasa-bahasa yang berbau Inggris." Suri dengan jujur mengakui kelemahannya. Ia memang kurang mengerti dengan bahasa-bahasa pengusaha yang rata-rata menggunakan bahasa Inggris.
1082.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai lidah terasa hambar
Baca
+Pustaka
Penakluk Cinta Sang Dosen

Penakluk Cinta Sang Dosen

Caca bisa melihat dengan jelas kalau mata Indra mengatakan hal yang senada dengan bibirnya. Lidah Caca terasa kelu. Lidah itu serasa terikat di pangkalnya dan tak sanggup mengeluarkan kata-kata apapun. Tenggorokannya terasa kering tak sanggup mengeluarkan suara sedikitpun meski hanya erangan.
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai lidah terasa hambar
Baca
+Pustaka
Diantar Ke Rumahku

Diantar Ke Rumahku

ucap Sondang. Harmonika miliknya berukuran jauh lebih besar, dibandingkan milik Idris. “Punyaku kenapa kecil? Pasti lebih susah memainkannya,” protes Idris. Sondang merasa lucu, sejak kapan Idris jadi semanja ini?
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 294 kali sebagai lidah terasa hambar
Baca
+Pustaka
JAMU MADU (Janda Muda Mata Duitan)

JAMU MADU (Janda Muda Mata Duitan)

Apa ada bekas makanan di bibirku? “I-iya, Pak,” jawabku sekenanya. Karena aku ngerasa agak hambar aja tadi masakannya, katanya sih kalau gitu aura makananya udah dihirup sama mahkluk halus. Padahal mah emang masaknya kurang bumbu aja kali ah.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai lidah terasa hambar
Baca
+Pustaka
Di balik Kematian Adikku

Di balik Kematian Adikku

IQ nya terlalu rendah untuk mempelajari bahasa isyarat. "Kakak gapapa," jawabku sembari mengusap kasar bulir bening yang menetes di pipi. "Habisin makannya." Aku berdiri dan meninggalkan Aida. Duduk sendiri di ruang tamu, otakku berpikir keras. Aku harus berbuat sesuatu sebelum perut Aida semakin membesar.
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai lidah terasa hambar
Baca
+Pustaka
Ketika Istri Kedua Jatuh Cinta

Ketika Istri Kedua Jatuh Cinta

Hangat dan basah di telapak tangan nyata. "Aku pikir ... rumah ini terlalu besar untuk ditinggali aku dan Lidia aja. Aku pikir ... rumah ini akan terlalu sepi, kalau tukang cari masalah kayak kamu enggak ada di sini. Aku pikir ... hariku bakalan amat datar kalau enggak mikirin hukuman untuk orang keras kepala kayak kamu."
1026.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 521 kali sebagai lidah terasa hambar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status