Sisa Rasa
Rambutnya sedikit berantakan, wajahnya lebih pucat dari biasanya, tapi terlihat tenang.
“Cantik.” Gumamnya, entah kenapa kata itu lolos begitu saja dari bibirnya.
Buru-buru Rendra segera memalingkan wajahnya, takut Selin terbangun dan melihat Rendra menatapnya.
Dika terbangun sambil menguap lebar.
Rendra meliriknya sekilas. “Lo tidur apa pingsan, Mas?”
“Capek jadi penjaga pasien,” balas Dika santai. “Kayak satpam tapi nggak gajian.”