Belenggu Rumah Darah
Cermin itu dingin seperti es, jauh lebih dingin daripada seharusnya, dan perasaan itu membuat bulu kuduknya berdiri.
"Apa kau di sana, Arga?" bisiknya, meskipun dia tahu betapa anehnya berbicara pada cermin. Namun, di dalam hatinya, ada secercah harapan, meskipun ia tahu itu tidak mungkin. "Apa kau... terjebak?"
Tidak ada jawaban, hanya keheningan yang begitu dalam hingga terasa menekan. Tapi Mira tetap memandangi bayangannya sendiri, seolah-olah berharap sesuatu akan muncul lagi—seperti tadi.
الفصول الرائجة