Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LEMBUR TENGAH MALAM

LEMBUR TENGAH MALAM

Lonceng itu terdengar berulang-ulang, semakin pelan namun semakin dalam hingga terasa menggetarkan tubuhnya. Ketika suara lonceng itu akhirnya lenyap, Gracya membuka matanya dengan cepat. Dia terbangun, terengah-engah, jantungnya berdegup begitu kencang seolah baru saja berlari jauh. Cahaya samar dari luar jendela menunjukkan bahwa jam di dinding sudah menunjukkan pukul tiga pagi. Namun, ada sesuatu yang membuat jantungnya kembali terhentak.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai lintang kemukus dini hari
Baca
+Pustaka
Janji Setia

Janji Setia

Lantai itu terbuat dari semen halus. Di siang hari memang ketika musim panas akan sangat menyengat. Namun, di malam hari angin yang berhembus terasa sangat dingin. Penjara di mana Nuwa dikurung agak dalam letaknya dan anginnya masih terasa menggigit sampai ke tulang. Beruntung ia menggunakan gamis milik Hira yang panjang dan lebar.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai lintang kemukus dini hari
Baca
+Pustaka
Cinta Sang Dokter Miliuner

Cinta Sang Dokter Miliuner

Malam Panjang Pagi hari, jam menunjukkan pukul lima pagi, Radit sudah bangun, duduk di lantai beralas karpet tebal yang tadi dia gunakan untuk tidur. Dia terlihat memandangi Devon yang tidur dengan mendengkur, lalu Raya yang memakai bantal kursi sebagai pengganjal kepala. “Terimakasih, sudah membuatku merasakan menjadi manusia biasa, pada umumnya yang selalu bahagia,” gumam Radit dalam hati.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai lintang kemukus dini hari
Baca
+Pustaka
DILAMAR MALAIKAT MAUT

DILAMAR MALAIKAT MAUT

Dan kamis minggu depan rapat rihlah, jumat, sabtu, minggu pelaksanaan acara rihlahnya yang dilaksanakan dipuncak. Jadwal lainnya masih terlihat kosong, belum ada janji. Setelah itu kubuka jendela kamar yang penuh debu. Terlihat bulan mulai menyingkir keperaduan, Angin bersemilir silih berganti, burung-burung berkicau tanpa henti menyambut kedatangan sang fajar. Jarum jam menunjukan pukul enam pagi. Aku harus segera mengantarkan keripik ke warung-warung langganan Umi. Kuturun melewati tangga yang tipis dan reot.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai lintang kemukus dini hari
Baca
+Pustaka
BUNGA ABADI

BUNGA ABADI

Come on to wake up 🎼 Hallo Lingga.. Come on to wake up Suara dari handphone Lingga. Bisakah aku menyebutnya keren atau kekanak - kanakan. "Hihi hihi..." aku sedikit tertawa kecil. Lingga menggeliat meregangkan badannya. Mengedipkan matanya satu kali, dua kali dan kemudian melihat ke arahku. "Selamat pagi!" ucapnya. "Pagi Pak!" jawabku.
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 238 kali sebagai lintang kemukus dini hari
Baca
+Pustaka
Istri Buat Om Duda

Istri Buat Om Duda

Dengan senyum di bibir dan harapan di hati, Lintang tertidur, memimpikan kopi, croissant, dan seorang pria dengan senyum hangat yang membuatnya merasa bahwa dalam hidupnya, masih ada ruang untuk sesuatu yang lebih dari sekadar karir. Lintang terbangun dengan suara alarm yang memekakkan telinga. Ia mengulurkan tangan, meraba-raba mencari ponselnya di meja samping tempat tidur. Pukul 5:30 pagi. Seperti biasa, ia harus bangun lebih awal untuk lari pagi, rutinitas yang ia pertahankan sejak kuliah.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai lintang kemukus dini hari
Baca
+Pustaka
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

“Sebentar,” Darren menyingkirkan selimutnya lalu berjalan menuju nakas mencari air minum. Dia menengak air minum tersebut hingga tandas. Lalu melirik pada jam weker yang menunjukan pukul dua dini hari. Dia menelan saliva susah payah. Bisa-bisanya Nuha mengganggu tidurnya dini hari. Namun Darren sama sekali tidak keberatan. Sebaliknya dia merasa senang. “Ayo!”
10147.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.9K kali sebagai lintang kemukus dini hari
Baca
+Pustaka
Telat Nikah

Telat Nikah

Hihiii . Mas Gun enggak bohong, di luar sana memang sudah terik. Ingatanku sudah full sekarang. Semalam kami tidur sangat larut. Terbangun saat alarm subuh berbunyi. Pukul setengah enam pagi, kami memutuskan untuk tidur lagi. Lalu terbangun di jam makan siang. Pengantin baru mah, bebas. Termasuk bebas sehari mandi berapa kali. Eh!
9.927.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai lintang kemukus dini hari
Baca
+Pustaka
Di Bawah Jemarinya yang Panas

Di Bawah Jemarinya yang Panas

Dia berhenti di depanku. "Latihan kemarin pasti membuat ototmu sedikit tegang. Daya apung di dalam air bisa membantumu rileks," katanya. Suaranya kembali tenang seperti biasanya, seolah-olah orang yang tadi menatapnya dengan tajam bukanlah dirinya. "Hm." Aku menundukkan kepala, tidak berani menatapnya. "Sekarang, peluk leherku." "Hah?" Aku mendongak tiba-tiba dan bertatap muka dengan matanya yang penuh teka-teki.
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai lintang kemukus dini hari
Baca
+Pustaka
Sepiring Talak di Pagi Hari

Sepiring Talak di Pagi Hari

“Iyain aja, deh. Biar nggak nangis.” “Katanya, empat bulan itu bayi saatnya ditiup nyawa, dicatat jodoh, maut, dan rezekinya. Kesempatan yang baik buat diadakan kirim doa biar semuanya dicatat baik. Jadi, kapan?” tanya Anggi lagi. “Nyari hari yang tepat. Kalau menurut penanggalan Jawa, yang baik itu hari Sabtu Wage. Tapi aku lebih suka malam Jum’at, sih. Minta tolong lihatin kalender, dong,” pinta Nilna.
1052.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai lintang kemukus dini hari
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status