Menggoda Ayah Sahabatku
Senyum tipis penuh percaya diri muncul di bibirnya.
Kayden tertawa, suaranya hampa dan getir.
"Nggak usah berhayal. Di luar sana, banyak perempuan yang jauh lebih baik daripada kamu."
Melisa melipat kedua lengannya di depan dada, sikapnya tetap angkuh. Menatap dari ujung kepala dari ujung kaki.
"Yah. Aku perhatikan, tidak ada lagi cincin pernikahan di jarimu. Artinya kamu masih menduda sampai sekarang, kan?"