Di Antara Dua Hati
Perlahan-lahan, kupejamkan kedua mata, semua jadi gelap gulita hingga akhirnya ditelan oleh kegelapan.
--xxx--
Aku membuka kedua mata secara perlahan. Namun, jidat, tangan, serta kaki kananku sudah tampak dibalut perban. Di dalam sebuah ruangan yang aromanya memang sudah sangat kukenal, salah satu ruangan di rumah sakit Kota Mataram, seorang perempuan berjalan masuk. Wajah beserta senyumnya menampakkan kesedihan, tapi ada juga mimik kelegaan. Ia adalah Lina, adik perempuanku satu-satunya yang masih duduk di bangku SMP.
الفصول الرائجة