Lelaki Pilihan Surga
“Kamu tampak sangat mudah menjalani rutinitas ini, Ra. Padahal ini adalah waktu semua manusia terlelap dalam tidur yang nyenyak.”
“Aku ulangi lagi ya. Seseorang menjadi kuat, karena dia terbiasa di tempa.”
“Seingat aku, kamu insomsia, kan?”
“Iya. Memang bertahun-tahun aku punya masalah dengan tidur. Sulit sekali memejamkan mata. Apapun aku lakukan, agar aku bisa tertidur di malam hari, tetapi hasilnya tetap sama. Sampai akhirnya, di suatu malam, aku merenung. Jam satu malam, aku belum bisa menutup mata. Aku berpikir, kenapa aku tidak mengisi malamku dengan sesuatu yang lebih berharga, jika tidur tidak lagi memberikan kenyamanan untukku? Dan ternyata, itu cara Allah menyatakan rindu pada hamb
Hot Chapters