Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
CATATAN UNTUK SENJA

CATATAN UNTUK SENJA

lirih Langit diam-diam mengamati Senja, dari balik pohon yang berada di depan rumah Senja. Suara ketukan terdengar, membuat Senja yang tengah sibuk belajar akhirnya terganggu. Namun, suara ketukan itu tidak berasal dari pintu kamar Senja, melainkan dari jendela kamarnya. Senja yang dibuat penasaran, akhirnya tergugah untuk membuka jendela tersebut. "Langit, ngapain di sini?" tanya Senja bingung.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai lirik jendela
Baca
+Pustaka
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Kenapa Ginos merebutnya lagi? Susan merasa seperti ada batu berat yang menekan hatinya. Dia berjongkok untuk menyeka air mata Julian dan menelepon Ginos. Tidak ada yang menjawab setelah menelepon lima kali berturut-turut, tetapi Wenny memperbarui postingan lagi. [Selamat untuk putri kesayanganku, Nana, yang menjadi satu-satunya murid guru Joses. Bakat dan kerja kerasmu akhirnya terlihat olehnya, senang banget!]
17.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 534 kali sebagai lirik jendela
Baca
+Pustaka
Terpaksa Jadi Istri CEO Casanova

Terpaksa Jadi Istri CEO Casanova

Langit yang perlahan-lahan mulai terang, seakan malu-malu menuangkan warna jingga yang menari-nari di kaca jendela. Di dalamnya, Amara terdiam. Jari-jarinya saling mengunci erat di atas pangkuannya, mencoba meredakan rasa tidak nyaman yang menjalar di seluruh tubuhnya. Matanya memandang jauh keluar jendela, namun pikirannya seolah hilang entah kemana. Yang terdengar hanyalah suara deru mesin yang menemaninya, serta detak jantungnya yang terasa ingin melompat keluar.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai lirik jendela
Baca
+Pustaka
Kaca yang Pecah

Kaca yang Pecah

“Kalau begitu, Nona Jennifer maukah kamu memberiku kehormatan untuk berkencan sebentar?” Sambil berbicara, Rian mengulurkan tangannya seperti seorang pria terhormat. Angin bertiup sepoi-sepoi dan mata menawan itu tampak dipenuhi bintang. Tiba-tiba aku teringat sebuah kalimat dalam surat cinta itu. Hal-hal yang menggerakkan hati adalah hal-hal yang paling biasa, Seperti pecahan es yang berdenting, Seperti buah plum di mangkuk porselen putih.
7.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai lirik jendela
Baca
+Pustaka
Pembalasan Elegan Sang Mantan Istri

Pembalasan Elegan Sang Mantan Istri

Tak banyak inginku, jangan kau ulangi Menyakiti aku sesuka kelakuanmu 🎶 Ku bukan manusia yang tidak berfikir Berulang kali kau lakukan itu padaku Jika cinta dia, jujurlah padaku🎶 Linar membuang wajahnya kesamping arah kaca mobil menyembunyikan wajahnya yang memerah menahan tangis, sungguh ia tak biasa menangis di depan siapapun tapi kali ini perasaannya seperti diaduk-aduk, perih! "Tinggalkan aku di sini tanpa senyumanmu🎶 Jika cinta dia, kucoba mengerti
8.727.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 659 kali sebagai lirik jendela
Baca
+Pustaka
AKU BUKAN WANITA PENGHIBUR

AKU BUKAN WANITA PENGHIBUR

Pintu jendela kamar terbuka dan tertutup dengan sendirinya akibat angin yang kencang. Posisi Mas Ridwan tak jauh dari jendela. Aku melihat percikan hujan mengenai wajahnya. Aku turun perlahan, dan aku menutup jendela dengan rapat. "Mawar, jangan pergi ...."
6.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai lirik jendela
Baca
+Pustaka
Kembang Desa di Lubang Buaya

Kembang Desa di Lubang Buaya

Every night I see you in my heart {setiap malam aku lihat dirimu dalam hati ku} Every time I do I end up crying {setiap aku melakukan sesuatu selalu berakhir dengan tangis} eodum soge neoreul bulleojumyeon {aku panggil dirimu dalam gelap} naegero deullyeooneun geon {apa yang telah didengar telinga ku} gipeun nae sumgyeoldeul {hanyalah tarikan nafas ku yang dalam} La-da-da-da, la-da-da-da
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai lirik jendela
Baca
+Pustaka
Gadis Kesayangan Tuan Adrian

Gadis Kesayangan Tuan Adrian

Itu menjadi satu-satunya harapan kami. “Ayo ke jendela, Kak.” Aku dan Kak Risa meraba-raba dalam gelap yang dipenuhi asap, terhuyung beberapa kali karena pandangan yang mulai kabur. Sesampainya di jendela, aku segera membuka jendela tersebut. Namun sayangnya, meskipun jendela itu memang bisa dibuka, tetapi celahnya terlalu sempit. “Melati, ini terlalu sempit, kita tidak bisa lewat sini.” Suara Kak Risa sudah semakin lemah, tetapi aku bisa mendengar nada paniknya.
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 258 kali sebagai lirik jendela
Baca
+Pustaka
Kamar Nomor 13

Kamar Nomor 13

Tapi ketika jendela itu terbuka, yang ia lihat hanyalah kegelapan pekat, seolah-olah dunia luar tak lagi ada. Dalam keputusasaan, Damar mencoba memukul kaca jendela itu, namun kaca itu terasa keras dan tak bergeming sedikit pun, seolah-olah terbuat dari baja yang tak mungkin dipecahkan. Tangannya mulai sakit, tapi ia terus mencoba, berharap kaca itu bisa pecah dan membiarkannya keluar. Namun tiba-tiba, suara bisikan kembali terdengar, lebih jelas kali ini. "Kau tak akan bisa pergi..."
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai lirik jendela
Baca
+Pustaka
NAFKAH YANG TERBAGI

NAFKAH YANG TERBAGI

Lalu, siapa orang iseng yang mengetuk kaca jendela itu berulang-ulang? Lulu menggedikkan bahu, kini ia bisa bernafas lega. Lulu kemudian menutup kembali jendela dan gorden itu. Ia membalikkan badan, hendak kembali melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu. Namun, cahaya ponsel miliknya tak sengaja menyoroti sesosok yang tengah menyeringai di hadapan Lulu. "Aaaa!"
1033.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 693 kali sebagai lirik jendela
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status