Jangan Siksa Aku, Suamiku
Ia bangkit dari tubuh Alena, melangkah menuju meja untuk meraih ponsel dan menghubungi seseorang.
"Lakukan tugasmu, dan buang mayatnya ke jurang," ucap Briyan kepada lawan bicaranya.
Mendengar ucapan Briyan, Alena segera bangkit dari tempat tidur. Berlari, memohon di kaki Briyan, "jangan tuan, aku mohon," ucapnya sambil berurai air mata.
Briyan melepaskan kakinya dari genggaman Alena. "Jangan coba-coba mempermainkan aku Alena! Cukup, ayahmu yang sudah mempermainkan kedua orang tuaku."