Antara Cinta dan Luka
teriak Naya, suaranya penuh amarah, kaki melangkah cepat meski gaunnya menyangkut di pintu.
Vita menoleh, matanya liar seperti api yang terperangkap. “Lagu ini milikku, Naya!” bentaknya, suaranya serak, tangannya mencengkeram pegangan tangga darurat. “Budi khianati aku, tapi lo yang ambil semuanya!” Naya membeku, jantungnya seperti drum yang patah, kilas balik sorak Senayan dan kertas Vita (Lagu ini bukan milik lo) bergema. “Vita, lagu ini punya Mama!” teriaknya, air mata mengalir, tapi Vita menghilang ke tangga, bayangnya lenyap di kegelapan.
Bab Populer