Dosa dalam Cinta
Di antara raungan dan desisan api, terdengar bisikan yang menghunjam langsung ke dalam kepala Satrio, berat, dingin, dan tak bisa diabaikan, seolah suara itu ditulis langsung di dinding otaknya, “Darahmu adalah kunci, Satrio... dan malam ini, darah akan mengalir.”
Satrio membeku, matanya melebar, tubuhnya tak mampu bergerak, seolah dijerat oleh kekuatan tak kasatmata yang lebih tua dari dunia itu sendiri. Kabut merah makin tebal, mencengkeram lehernya, membuat setiap napas seperti menelan bara panas. Di sekelilingnya, makhluk-makhluk itu berjalan perlahan, kepala mereka menoleh serempak, mata merah mereka menancap lurus padanya, dan di dalam sorot itu, Satrio melihat—bukan hanya dirinya, tap
Bab Populer