Terjemahan lirik sering terasa seperti menulis ulang perasaan orang lain dalam bahasamu sendiri, dan itu yang bikin aku ketagihan setiap kali mengerjakan lagu.
Pertama, dengarkan versi aslinya berulang-ulang sampai kamu paham nuansa vokal, jeda, dan ritme. Untuk lagu seperti 'Anything You Want' oleh 'Reality Club', tentukan dulu apakah kamu ingin terjemahan literal untuk memahami makna, atau terjemahan bernyanyi yang nyaman di mulut dan cocok dengan melodi. Saya biasanya bikin dua draft: satu kata-demi-kata untuk menangkap metafora dan referensi budaya, dan satu lagi yang berfokus pada suku kata, tekanan kata, dan rima supaya bisa dinyanyikan.
Selanjutnya, perhatikan idiom dan frasa yang nggak masuk akal kalau diterjemahkan mentah-mentah; cari padanan emosional daripada terjemahan harfiah. Jangan ragu mengganti kata demi mempertahankan emosi atau flow—kalau bait asli pakai repetisi, ulangi juga di terjemahan meski kata berubah. Terakhir, uji coba dengan menyanyikan versi terjemahan bersama trek instrumental; seringkali baris yang terasa bagus di kertas malah kaku saat dinyanyikan, dan di situlah kamu perbaiki lagi. Aku selalu akhiri dengan membaca lirik versi terjemahan tanpa musik untuk memastikan pesan tetap kuat secara mandiri.