Mandat Langit
Suara burung, angin yang membawa bau tanah, dan dari kejauhan, samar-samar terdengar hiruk pikuk kota.
Liu berjalan cepat, menyusuri jalan yang tidak biasa dilewati rakyat. Kami melewati gang kecil, melewati pintu kayu yang tak berlabel, lalu akhirnya tiba di tempat yang tampak seperti gudang tua dengan pintu depan retak, papan nama pudar.
Liu mengetuk tiga kali dengan gerakan lambat, cepat, lambat.
Pintu terbuka sedikit. Dari dalam, muncul seorang pria tua berambut putih, matanya menyipit tajam. Liu tidak berkata apa pun. Ia hanya menunjukkan token garis merah itu lagi.
Sikat na Kabanata