Ibu Susu Anak Keponakanku
“Tidak, Nak. Kamu sudah cukup menderita. Kami yang harusnya lebih kuat, tapi tubuh ini sudah rapuh. Jangan pernah merasa bersalah karena kami khawatir. Itu memang tugas kami sebagai orang tua, bahkan di usia senja sekalipun.”
Rindu tidak bisa menahan air matanya lagi. Ia terisak, membenamkan wajah ke tangan ibunya. “Aku lelah, Bu… aku benar-benar lelah. Tapi aku tidak ingin membuat kalian menangis lagi.”
Ibunya ikut menangis, mengelus rambutnya perlahan. “Kalau begitu, tetaplah hidup dengan baik. Itu saja yang kami minta. Bertahanlah, Nak. Jangan menyerah.”
الفصول الرائجة