Gadis Tanpa Ingatan
“Maka kita tidak boleh ragu sedikit pun. Kau punya aku. Kau punya Lusi. Dan kau punya orang-orang yang masih ingat siapa dirimu sebenarnya. Itu kekuatan yang tidak akan pernah Nadine miliki.”
Bu Mirah mengusap pundak Raina. “Jangan takut, Nak. Kenangan tidak bisa dimusnahkan. Selama ada yang mengingatmu, kau tetap Amara.”
Raina mengangguk pelan, namun di hatinya ia tahu pertarungan baru saja dimulai. Nadine tidak akan berhenti. Dan ia pun tidak boleh goyah.
Malam itu, saat kembali ke rumah besar, Raina menulis lagi di bukunya:
ตอนยอดนิยม