Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Malam yang panas

Malam yang panas

Dan di dalam pondok sunyi itu, di tengah hutan yang gelap dan liar, mereka menciptakan satu malam yang tak akan terlupakan—malam yang sunyi namun penuh janji. Mereka tak banyak bicara malam itu. Tubuh dan pikiran yang lelah membuat mereka lebih memilih saling diam, saling memeluk, seolah diam saja sudah cukup untuk menjelaskan betapa mereka butuh satu sama lain. Nadia terlelap duluan di pelukan Reza. Nafasnya tenang, bibirnya sedikit terbuka. Reza mengusap lembut rambut kekasihnya yang tergerai di bahunya. Di balik matanya yang mulai berat, Reza tahu, damai ini hanyalah jeda. Sebentar lagi, dunia akan kembali mengejar mereka. Tapi untuk saat ini—untuk satu malam ini—ia mengizinkan dirinya me
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai lirik malam kudus
Baca
+Pustaka
WANITA BUTA DAN SUAMI BAYARAN

WANITA BUTA DAN SUAMI BAYARAN

* Melukis Senja Budi Doremi Aku mengerti perjalanan hidup yang kini kau lalui Ku berharap meski berat kau tak merasa sendiri Kau telah berjuang menaklukkan hari-hari mu yang tak mudah Biar ku menemanimu membasuh lelah mu Izinkan ku lukis senja Mengukir namamu di sana Mendengar kamu bercerita Menangis tertawa Biar ku lukis malam Bawa kamu bintang-bintang Tuk temanimu yang terluka Hingga kau bahagia Aku disini walau letih coba lagi jangan berhenti Ku berharap meski berat kau tak merasa sendiri
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 497 kali sebagai lirik malam kudus
Baca
+Pustaka
Malam Yang Tertukar

Malam Yang Tertukar

Kemudian, dia malah dengan berani mengalungkan kedua tangannya ke leherku, lalu meniupkan udara panas ke arah leherku dan dengan tatapan menggoda berkata, “Kamu berbeda dengan suamiku. Aku nggak sebodoh itu sampai nggak bisa membedakan kalian. Kamu begitu liar malam itu, mana mungkin aku bisa melupakannya begitu saja….” Seketika itu juga diriku langsung merinding. Kedua kakiku rasanya seperti terpaku ke tanah dan tak bisa digerakkan sama sekali. “Kakak ipar… jadi, jadi kamu mengingat semuanya? Maaf, aku benar-benar mabuk malam itu. Ini semua murni kesalahanku, aku minta maaf.”
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai lirik malam kudus
Baca
+Pustaka
Just Friend (Trilogi Just, Seri-1)

Just Friend (Trilogi Just, Seri-1)

Go to sleep now close your eyes Try to think of tomorrow All of us wish you good night So I’am switching of the light One more hug One more smile Kiss you once Kiss you twice I will be here for a while Try to sleep now and close your eyes Suara merdunya sangat memanjakan telinga. Aku tersenyum mendengar bagian lirik kiss you once, kiss you twice di sela kantuk yang mulai mendera. Perlahan mata terasa berat, membuatku melepaskan semua derita yang terasa hari ini. Entah apa yang akan terjadi besok, aku tidak tahu. Semoga saja ada jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi sekarang.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 278 kali sebagai lirik malam kudus
Baca
+Pustaka
Dia Tertidur Dalam Malam Abadi

Dia Tertidur Dalam Malam Abadi

“Tapi kamu tetap bisa, berkali-kali, memihak Dinda.” “Meski kamu bilang tidak menyukainya, luka yang kamu tinggalkan di hatiku itu nyata.” “Di masa itu, aku perlahan melupakan perasaanku padamu.” “Dan sekarang, perasaan itu sudah tidak bisa aku ambil kembali.” Jari-jari Niko mendadak mencengkeram setir, buku-bukunya memutih. Suara Niko bergetar. “Riri, aku bukan dewa … aku memang salah. Tapi apa kamu tidak bisa mengizinkanku melakukan satu kesalahan saja?”
19.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 639 kali sebagai lirik malam kudus
Baca
+Pustaka
Autophile

Autophile

Sayup-sayup angin malam berhembus dengan syahdu Kini aku menggigil di balik selimut merah jambu kesayanganku Sembari melukis indah parasmu dalam khayal Berharap suatu saat engkau menyadari keberadaanku Malam datang menyisakan sepercik cahaya lampu jalanan. Aku menggigil kedinginan dihembus oleh sejukya angin malam. Aku duduk di depan jendela kaca yang berada tepat sebelah kanan kamar, sembari menikmati secangkir coklat panas kesukaanku. Dalam heningnya malam ini aku termenung memandang ke atas langit sana. Ada beribu bintang dan sebuah bundaran utuh sang rembulan yang indah. Aku semakin takjub dengan penciptaan Sang Kuasa. Menciptakan bumi, dan mengatur pergantian peredarannya, hingga terja
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai lirik malam kudus
Baca
+Pustaka
Setelah Satu Malam dengan Dosenku

Setelah Satu Malam dengan Dosenku

Pertemuan dua jiwa yang sama-sama luka, sama-sama mabuk, dan sama-sama butuh tempat bersembunyi. Malam itu mengalir tanpa mereka benar-benar sadar bagaimana awalnya. Yang mereka tahu hanyalah: kehangatan menghapus sesaat kesepian. dunia di luar berhenti. dan mereka saling jatuh, dalam cara yang tidak pernah mereka rencanakan. --- Dua Minggu Kemudian
710 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai lirik malam kudus
Baca
+Pustaka
7 Sumpah

7 Sumpah

- 7 Sumpah - ------------------- Hanyalah dia yang ku cintai Hanyalah dia yang ku sayangi Izinkanlah aku bersamanya Sampai samudra mengering Berikanlah aku kesempatan Memeluk hatinya lagi Ikhlas ku berikan semua Yang ku miliki Eren -- Senandung Malam
9.96.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai lirik malam kudus
Baca
+Pustaka
Sang Kupu-Kupu Malam

Sang Kupu-Kupu Malam

#30HariMenulisNovelBatch5 #Day4 #SangKupuKupuMalam #Part3 Sub judul: Lelaki Misterius Genre: Romance sad Nama: Rita Juwita Jumkat: 985 Jam menunjukkan sembilan pagi. Ayu masih saja bergeming di tempat tidur. Rasa lelah, muak dan sedih bercampur menjadi satu. Kantuk sudah hinggap sedari tadi. Namun, wanita cantik itu masih sulit untuk memejamkan matanya. Dia masih terus memikirkan ucapan Agni. Bagaimana perasaan anak gadisnya selama ini? Apakah tersiksa seperti yang dia rasakan?
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai lirik malam kudus
Baca
+Pustaka
Dada Malam, Nafas Pagi

Dada Malam, Nafas Pagi

Bagi Kania, ini adalah retakan pertama pada benteng lukanya—sebuah harapan kecil yang mulai tumbuh. Sore menjelang. Matahari mulai terbenam di luar jendela Kania, memancarkan warna oranye lembut. Kania menatap chat terakhir Arsa. Arsa: Begini. Aku tidak suka berbicara lewat tembok. Aku tidak suka sembunyi. Bagaimana kalau kita ubah musik ini jadi pertemuan sungguhan? Secangkir kopi di kafe dekat taman. Tempat yang tenang, dengan musik yang tak kalah bagus. Aku ingin melihat siapa yang berani menggedor pintuku.
10945 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai lirik malam kudus
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status