Pembantu Rasa Nyonya
Kemudian beranjak berdiri sambil menarik tangannya.
“Mau apa, Mas?”
Aku tersenyum sambil menaik-naikkan alis mata.
“Tahun ini kita kan posisi tahun sugar. Saat manis-manisnya, kan?”
Dia tersenyum, tangan satunya mengusap lenganku. Mendekatkan diri sambil berbisik. “Penasaran, manisnya seberapa, sih?”
‘Hmm … dia membangkitkan macan tidur. Rasakan ini. Temannya macan sudah menggeliat,’ bisik hatiku sambil mendorongnya masuk dan menutup pintu.