ENAK, PAK DOSEN!
Ara mencengkeram rambut pirangnya, mencoba memeras memori dari otaknya yang terasa tumpul.
Dan saat itulah, potongan puzzle ingatan itu muncul satu per satu, menghantamnya seperti ombak.
Louis ... minuman itu ... rasa panas yang membakar ….
Lalu bayangan Sagara mendobrak pintu, perkelahian brutal, dan ... Ara tersedak napasnya sendiri saat memori tentang sentuhan tangan dan bibir Sagara di area pribadinya terlintas jelas.
Ia ingat bagaimana ia merintih, bagaimana ia memohon, dan bagaimana ia menjeritkan nama Sagara saat mencapai puncak.
Hot Chapters