Bara Dendam Sang Prabu Boko
"Tanpa cemas akan suara gong tanda bahaya yang setiap saat dapat memanggil kita ke medan perang lagi, tanpa harus mendengar ratapan pedih dari janda dan anak yatim? Perdamaian bukan berarti kekalahan, sahabatku, melainkan sebuah kemenangan agung atas keangkuhan dan dendam kesumat yang membutakan. Ini adalah kesempatan emas untuk menyembuhkan luka-luka lama Bhumi Jawa dan menatap masa depan yang cerah."
"Peluang emas yang harus ditebus dengan harga diriku, begitu?" Laturana membantah lagi, namun kini nadanya telah melemah, lebih terdengar seperti bisikan keraguan, sebuah pengakuan samar atas kelelahan. "Apakah pengorbanan ini pantas untukku? Aku hanya seorang Rakai dengan ambisi sederhana unt
الفصول الرائجة