Bukan Cinderella
“Nggak level! Kalau cuma begitu, gue, sih, sanggup beli sendiri. Nggak perlu sampai morotin laki orang.”
“Sensi amat, Bu,” ledek Rindu sembari berjalan perlahan melihat mobil yang ada di depan mereka. “Hati-hati kemakan omongan sendiri.”
“Gue nggak serendah teman lo itu.”
“Jaga mulutmu.” Rindu berhenti dan menatap tajam. Hatinya mengumpat pada Lita, karena membiarkannya sendirian. Wanita itu, ternyata benar-benar pengecut dan Rindu ingin sekali mengomelinya habis-habisan setelah ini. “Penjahat yang tobat, jauh lebih baik daripada orang baik yang kerjaannya nyinyir kayak kamu.”