Kukira Istri Keempat Ternyata aku Istri Pertama Suamiku
"
Mau tak mau, akupun tidak membahasnya lagi meski tak rela, sebenarnya aku ingin membuka mata hati mas Azka agar kebencian itu sirna dari dalam hatinya, namun kenapa rasanya begitu susah.
"Mas gak perlu merasa kecil hati, aku akan terima apapun yang dianugerahkan Tuhan kepada kita, aku janji!" sambungku mengakhiri pembicaraan kami.
Mas Azka pun terlihat pasrah dan menerima kata apa saja yang keluar dari mulutku.
"Baiklah, terserah!" sahutnya malas sembari ingin berlalu.
"Tapi Mas..." karena merasa ada hal yang masih mengganjal, aku terpaksa memanggilnya lagi.