Nada itu selalu bikin merinding—aku biasanya mengucapkannya pelan dulu sebelum ikut bernyanyi penuh penghayatan.
Untuk versi Indonesia yang mudah diikuti, lafal yang umum dipakai adalah: "Ya Rasulullah, salamun 'alaika, salamun 'alaika, ya habiballah, ya habiballah". Kalau dipisah suku kata supaya lebih gampang diucapkan: Ya ra-su-lul-lah, sa-la-mun a-lai-ka, sa-la-mun a-lai-ka, ya ha-bib-al-lah, ya ha-bib-al-lah. Perhatikan beberapa hal: vokal panjang pada "salaam" diubah jadi "sala-mun" agar terdengar padu saat dinyanyikan dalam versi Indonesia; bunyi "ai" di "alaika" diucapkan seperti "ay" pada kata Indonesia "sayang" (jadi "a-lay-ka").
Arti singkatnya bisa aku jelaskan: itu ungkapan salam dan penghormatan kepada Nabi, kira-kira berarti "Wahai Rasulullah, keselamatan tercurah atasmu". Kalau mau latihan, mulai dengan tempo pelan, ulangi suku kata yang terasa asing (misal "a-lay-ka") sampai mulus, lalu naikkan tempo pelan-pelan sambil jaga napas. Saya biasanya pakai versi ini saat pengajian atau kumpul kecil karena gampang diikuti dan tetap khidmat.