Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Satu Malam Untuk Selamanya

Satu Malam Untuk Selamanya

jawabku sambil tersenyum kecil. "Tapi aku nggak nyangka bakal semirip aku lho, Rom. Kamu hebat. Keren. Lukisan kamu tuh udah kayak pelukis profesional." Pujian demi pujian tanpa henti berloncatan keluar dari mulut Bulan. "Percaya nggak? Ini pertama kalinya aku melukis perempuan." "Percaya," jawab Bulan tanpa ragu. Aku nggak bohong. Kalau pun harus melukis manusia aku selalu melukis laki-laki. Bulan adalah perempuan pertama dan baru satu-satunya yang pernah kulukis.
9.9142.4K viewsCompletedAdded to Library 3.6K Times as lukisan bulan
Read
+Library
Melukis

Melukis

Raina tersenyum manis sampai matanya hanya terlihat segaris. Tian hanya mengangguk-agguk, ia berhenti melihat gadis itu, dan mengalihkan pandangan ke kanvas miliknya. Tian tidak sanggup melihat wajah Raina, karena baginya itu terlalu manis, ia juga merasa wajahnya sudah memerah sekarang, dan bahkan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasa nya. Setelah berpikir lama, Tian mulai melukis, ia memberi warna hitam pada dasar lukisannya, dan warna putih untuk guratan-guratan di atasnya. Tian mengartikan lukisan itu sebagai ‘kebingungan’, ia merasa bingung dengan suasana hatinya sekarang. Di satu sisi ia merasa senang dengan adanya Raina sebagai sahabat dan orang yang ia sukai, tetapi di sisi lain
2.3K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as lukisan bulan
Read
+Library
MANTAN WITH BENEFIT

MANTAN WITH BENEFIT

“Pantesan acara ini tiba-tiba vakum. Sekarang masuk akal.” Aku memiringkan kepala. “Apa yang masuk akal?” Lukisan Bu Djankaroe hampir 'plek-ketiplek' sama punyanya instruktur, cuma dia menambahkan detail seperti cahaya di sekitar bulan dan serpihan hujannya enggak cuma titik-titik saja. “Ibu seniman, ya?” tanyaku. Dia ketawa. “Wah, kamu benaran lupa segalanya ya?”
103.7K viewsCompletedAdded to Library 125 Times as lukisan bulan
Read
+Library
Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed

Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed

Dia sendiri sesungguhnya tidak memahami dengan pasti perbedaan apa yang membuatnya lebih menyukai bintang dibandingkan bulan. "Dia tidak sedang melotot, kak. Bulan sedang menatap." Bocah yang lebih muda berusaha memberikan argumentasinya. Ditatapnya sang kakak sepupu dengan bingung. Baginya melotot itu menyeramkan, menakutkan, mengerikan dan segala sesuatu yang membuat siapapun ingin menghindar, berlari menjauh karena ketakutan. Sementara bulan saat purnama, meskipun membulat sempurna, tetapi sama sekali tidak menakutkan, justru membuat orang yang menatapnya merasa tentram dan damai.
106.0K viewsCompletedAdded to Library 221 Times as lukisan bulan
Read
+Library
Tawanan Hasrat Raja Lingga

Tawanan Hasrat Raja Lingga

Wajahnya kabur, tapi ada sesuatu dalam ekspresinya yang terasa terlalu hidup. Zhiya menelan ludah pelan. Bulan di luar jendela tampak bulat sempurna—purnama, menggantung besar dan terang di balik kaca museum yang tinggi. Sinar keperakannya menembus masuk, jatuh di lantai, dan mengenai lukisan itu dengan pantulan samar yang aneh… seolah cahaya bulan menyorotinya dengan sengaja. Lukisan Raja Qingzhou yang terletak tepat ditengah ruangan museum. Lalu, sesuatu bergetar di dadanya. Sebuah ingatan samar menyelinap—
3.9K viewsOngoingAdded to Library 139 Times as lukisan bulan
Read
+Library
Dari Kuli Bangunan, Menjadi Pengusaha Kaya

Dari Kuli Bangunan, Menjadi Pengusaha Kaya

ucap Bulan yang saat itu berdiri tepat di bawah lukisan indah dengan ukuran 1x1 meter itu. "iya sayang,Mas juga sangat suka sekali dengan lukisan ini,dan lukisan ini pemberian dari seorang pelukis profesional waktu Mas mengerjakan patung di rumah beliau,"sahut Bowo yang ikut berdiri di belakang Bulan. "hebat Mas ini ya,luar biasa sekali,"puji Bulan pada Bowo.
105.6K viewsOngoingAdded to Library 199 Times as lukisan bulan
Read
+Library
Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

Hitam pekat tanpa batas. Dan di kejauhan, jutaan titik cahaya kecil berkelap-kelip. Bintang. Tapi bukan bintang yang biasa kulihat di lukisan langit-langit istana. Bintang-bintang ini tajam, dingin, dan jauh. Dan Bulan... Bulan yang menjadi target kami... hancur. Separuh wajahnya retak, memuntahkan debu api yang melayang tanpa suara di kejauhan.
1023.4K viewsCompletedAdded to Library 795 Times as lukisan bulan
Read
+Library
Terjebak Gairah Siluman

Terjebak Gairah Siluman

Di sela-sela gedung tinggi yang mengepung apartemen itu, sebuah lingkaran putih pucat menggantung dengan angkuh. Bulan purnama. Cahaya peraknya mulai mengintip, seolah-olah mata Batara Durja sedang mengawasi dari langit, menagih janji yang terikat dalam kontrak gaib mereka. "Sial... aku terlalu lemah." Wulan meraba perutnya. Simbol segitiga yang tadi ia bayangkan harus ia lukis dengan darah terasa seperti beban mental yang menghimpit.
5.8K viewsCompletedAdded to Library 172 Times as lukisan bulan
Read
+Library
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Sambil merangkul pinggang ramping Dian dan mencium rambut hitam panjangnya, Wira menjawab dengan lembut, "Ya, itu akan menyakiti matamu. Tapi, alat yang ini bisa dipakai untuk melihat bulan dan bintang di malam hari!" Tubuh Dian yang berada di pelukan Wira terasa lemas dan jantungnya berdegup makin cepat. "Tuan, seperti apa bulan itu? Apa bulan itu seperti mutiara indah yang bersinar?" tanya Dian. Melihat wajah cantik Dian yang malu-malu, Wira tidak bisa menahan diri untuk mencubit pangkal hidungnya sebelum menjawab, "Nggak, bulan itu penuh lubang, seperti lembah yang gundul!"
96.2M viewsCompletedAdded to Library 135.3K Times as lukisan bulan
Show Reviews (2659)
Read
+Library
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Read All Reviews
Sentuh Aku, Renshu!

Sentuh Aku, Renshu!

Ia menggulungnya melewati lutut Liying, lalu terus naik, menyibak batas kesopanan yang seharusnya dijaga. ​Bulan purnama yang menggantung di langit malam seolah sengaja menyorotkan cahaya peraknya paling terang ke sudut taman itu, membiarkan Renshu melihat dengan sangat jelas mahakarya sekaligus dosa yang baru saja ia ciptakan beberapa jam yang lalu.
103.8K viewsCompletedAdded to Library 146 Times as lukisan bulan
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status