Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kegelapan dibalik Kedamaian

Kegelapan dibalik Kedamaian

Ucap Dien dengan bibir gemetar. Ibu tampak kehilangan beban di pundaknya melihat Dien yang berada di ambang pintu. Wanita tua itu sesaat tidak bisa mengatakan apapun, tangannya gemetar mencoba menggapai wajah Dien yang terlihat remang-remang. Air matanya mengalir tanpa sadar, lalu menangis. Ibu menangis haru, karena apa yang dia khawatirkan tidak terjadi. “Dien… anakku… kamu pulang! Kamu pulang! Kamu akhirnya pulang!” Ucap Ibu dengan bibir gemetar, memeluk erat Dien seakan-akan tidak ingin membiarkannya pergi lagi.
10881 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as lukisan ibu menangis
Read
+Library
Renungan Kasih Ibu

Renungan Kasih Ibu

Teringat dengan lagu dari Iwan Fals yang berjudul Ibu “Ribuan kilo jalan yang kau tempuh, lewati rintangan demi aku anakmu//Ibuku sayang masih terus berjalan, walau telapak kaki penuh darah penuh nanah//seperti udara kasih yang engkau berikan, tak mampu ku membalas//Ibu Lirik lagu tersebut mengingatkan kita akan pengorbanan dan betapa tulusnya kasih sayang seorang ibu. Segala keluh kesah telah berupaya ditempuh, segala rintangan berusaha dihadang, dan segala penderitaan berupaya didera bahkan kaki berdarah sampai bernanah pun sungguh tidak terasa.
3.3K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as lukisan ibu menangis
Read
+Library
Cinta yang Salah

Cinta yang Salah

“Iya, Dan. Nggak apa-apa kok. Kenapa kamu ada di sini?” Ibu terlihat gugup, seketika menghapus air matanya. Bibirnya pun mencoba tersenyum. Jelas-jelas dari raut wajah dan matanya menunjukkan kesedihan, sebenarnya ada apa dengan ibu? Kenapa sampai membuatnya menangis seperti ini? “Aku nggak sengaja lihat Ibu lagi nangis. Aku samperin ke sini. Ibu yakin, Ibu baik-baik saja? Kenapa Ibu menangis?”
85.6K viewsCompletedAdded to Library 156 Times as lukisan ibu menangis
Read
+Library
BALASAN PAHIT UNTUK MERTUA

BALASAN PAHIT UNTUK MERTUA

Aku sepertinya memang sudah kehilangan respect kepada ibu mertuaku. Ibu yang sedang tak mengenakan hijab itu pun memeluk tubuhku. Wanita paruh baya yang mengenakan stelan piyama berwarna hitam dengan corak loreng macan itu menangis tersedu-sedu lagi di dekapanku. Aku mengernyitkan dahi. Buat apalagi Ibu menangis begitu? “Kematian Adiba bukan keinginan Ibu, Gis!” jerit Ibu dengan suaranya yang parau.
1061.0K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as lukisan ibu menangis
Read
+Library
Gadis Perawan Untuk CEO

Gadis Perawan Untuk CEO

Lukisan itu Reynold mengurungkan niatnya untuk memberitahu pak Lumawi mengenai peristiwa itu, kejadian yang sebenarnya, bahwa dia berada di mobil itu, mobil yang menabrak istrinya, mobil yang sudah merenggut kehidupan istrinya dan juga dirinya. Dia beranjak dari posisi duduknya, bersiap untuk pamit. Reynold hendak melangkahkan kaki ke luar rumah, tiba tiba matanya tertuju pada lukisan yang ada di seberang ruang, hanya terlihat sebagian. Pikirannya langsung terbang ke sebuah ingatan. Foto itu? Bukankah foto itu adalah foto mendingan ibunya dan sahabatnya, Elle dan Lena. Lukisan yang sama persis dengan foto peningglan ibunya. Apa mungkin ibu atau sahabat ibunya membuat lukisan di tempat pak Lu
9193.7K viewsCompletedAdded to Library 5.8K Times as lukisan ibu menangis
Read
+Library
RAHASIA IBU

RAHASIA IBU

Dengan langkah gontai, Ayah meninggalkanku yang menatapnya pilu. *** Aku kembali ke rumah. Kepergian mereka tak hanya membuat rumah ini sepi, tetapi juga hatiku. Saat memasuki rumah, aku dikejutkan dengan keadaan Ibu yang meringis menahan sakit di sofa. Keringat bercucuran di dahi, dan berkali-kali Ibu mengelus perutnya. “Lan, sepertinya Ibu akan melahirkan,” ucap Ibu di tengah rasa sakitnya itu.
1054.3K viewsOngoingAdded to Library 1.6K Times as lukisan ibu menangis
Read
+Library
Misteri di Rumah Mertua

Misteri di Rumah Mertua

Orang yang dia andalkan untuk memuluskan rencana jahatnya. Tanpa kata, Ibu terduduk di sofa seraya mengatur napas. Tatapan nyalang yang tadi dia perlihatkan padaku, kini tak nampak lagi. Sebaliknya, Ibu menutup wajah dengan kedua tangan, lalu terisak dengan tiba-tiba. Ibu menangis? "Ya Tuhan .... Maafkan aku ...." Aku memicingkan mata, melihat tak mengerti. Kenapa Ibu menangis seperti itu?
1032.3K viewsOngoingAdded to Library 903 Times as lukisan ibu menangis
Read
+Library
Kusesali Usai Istriku Pergi

Kusesali Usai Istriku Pergi

Tanpa banyak kata, Sania melahapnya, bahkan suara denting sendok terdengar jelas ketika aku berjalan melewatinya untuk melihat Hanna. "Papa, lihat," ucap Hanna saat aku sudah duduk di sebelahnya. Dia memperlihatkan sesuatu padaku, sebuah lukisan yang dia buat. Aku menatap lukisan itu cukup lama. Terlihat seorang wanita memakai gamis lebar menggendong bayi, sementara di sebelahnya seorang pria menggandeng anak perempuan yang rambutnya dikuncir dua. "Ini Mama menggendong adik, ini Papa dan Hanna," ucapnya sambil menunjuk satu persatu tokoh dalam lukisan yang dia buat.
8.941.6K viewsCompletedAdded to Library 915 Times as lukisan ibu menangis
Read
+Library
Penyesalan Suami yang Terlambat

Penyesalan Suami yang Terlambat

Ibu itu bersikeras menolak. "Tidak perlu sungkan, Bu. Cuma air saja kok." Aku mambasuh luka di lutut ibu itu setelah sebelumnya kugulung celana beliau sampai ke atas lutut. Ibu itu akhirnya pasrah dan tidak menolak lagi. Tapi sejurus kemudian, aku mendengar suara isakan. Kuangkat wajahku dengan agak terkejut. Rupanya beliau sedang menangis dengan sangat sedih.
108.7K viewsOngoingAdded to Library 304 Times as lukisan ibu menangis
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status