Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
AWAS PAK DOSEN, JANGAN DEKAT-DEKAT!

AWAS PAK DOSEN, JANGAN DEKAT-DEKAT!

Dia naik ke lantai tiga, di mana ruang VIP berderet di sana. "Sediakan pria yang tampan dan seksi ke ruang tiga." "Berapa yang Mbak mau?" Sang manager langsung berbinar. Dia bisa mencium aroma uang dari arah Luna. "Enam." Bersama dengan jawaban itu. Luna mengeluarkan kartu hitam dari dompetnya. Kesalahan yang dia buat adalah kartu itu milik Alfa. "Mari kita bersenang-senang." Teriak Luna sambil bersulang dengan keenam pria yang dia akui juara. Sang manager tahu benar kalau dia suka pria oriental. Meski ada bule dan pria timur tengah yang cukup menarik perhatiannya.
105.3K viewsCompletedAdded to Library 153 Times as lunas 33
Read
+Library
Puncak Kehidupan

Puncak Kehidupan

Lagu yang sedang dimainkan Luna adalah 'Ambush From Ten Sides'! Lagu ini memiliki momentum yang berat dan transisi yang sengit. Kadang-kadang, itu terdengar seperti angin sepoi-sepoi bertiup di wajah, kadang-kadang terdengar seperti gelombang tamparan sengit, seperti pasukan perkasa yang melakukan ekspedisi dan pembunuhan besar-besaran!
8.53.4M viewsCompletedAdded to Library 88.8K Times as lunas 33
Show Reviews (846)
Read
+Library
Raka Abqary
percuma dong alex mnjadi sngat kuat toh pada akhirnya hanya alex dan kaisar rowan yang tersisa dibumi..& ternyata tujuan dari cerita ini ialah hanya mencari & bertemu leluhur rockfeller,yaitu dewa sang pencipta..gk seru,gak sesuai dgn harapan,masa iya stlh reinkarnasi alex jdi murid SMPnya dorothy?
Film Nonton
author ngga jelas akhirnya hapoy atau sad, bikin cerita fantasi kesaktiannya ngga masuk akal dan hiperbola, pembaca sudah bayar mahal mahal per episode tapi ceritanya mengecewakan. siapa ini authornya? biar diingat lain kali sebelum membaca karyanya
Read All Reviews
Ayah Anakku Suami Sahabatku

Ayah Anakku Suami Sahabatku

Luna keluar dari gedung dengan wajah lesu. Tak mendapatkan hasil, ia pun tak ingin menyerah, mencoba mendatangi perusahaan yang ke tiga. Ia melirik benda bulat yang melingkar di tangannya. "Jam setengah tiga sore," gumamnya. "Sepertinya masih sempat!" Luna kembali melangkahkan kakinya di trotoar yang berdebu menuju perusahaan yang ke tiga. Di tengah perjalanan, ia menunduk dan menghentikan langkah sejenak.
1020.4K viewsCompletedAdded to Library 469 Times as lunas 33
Read
+Library
Godaan Maut CEO Cantik

Godaan Maut CEO Cantik

yang kini seolah hidup di atas kulit Luna yang gemetar. Aroma sandalwood dan keringat pria asing itu semakin mencekik. Pria bermata biru itu, yang nampaknya terlalu mabuk untuk memedulikan tanda peringatan di kulit Luna, kembali merangkak naik. Jemarinya yang gemetar karena gairah kotor sudah bersiap untuk merobek sisa kedaulatan tubuh Luna. Teman-temannya yang lain—tiga pria bertubuh besar dengan mata yang liar—sudah mulai memegang kaki dan tangan Luna, menariknya paksa agar terbentang pasrah di atas sprei satin hitam yang licin.
9.79.4K viewsCompletedAdded to Library 225 Times as lunas 33
Read
+Library
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

bisik Robert yang langsung membuat kedua mata Luna terbuka. Luna yang berbaring ke samping langsung membalik tubuhnya dengan perlahan. Pandangannya melihat tiga pria dengan tubuh besar dan tinggi. Satu ditengah membuat Luna meneguk ludahnya. Bibir Robert saat itu juga terulas senyum. "Bawa dia!" ******
2.9K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as lunas 33
Read
+Library
IPAR GAK ADA AKHLAQ

IPAR GAK ADA AKHLAQ

Suaranya dibuat semanja mungkin. "Ya sayang?" "Luna pingin shopping, ada tas keluaran terbaru dari Fos*il . Lucu deh , Mas. Boleh?" "Mana lihat?" Luna menunjukkan gambar di ponselnya ke arah Fathir. "Hmm bagus. Berapa?" "Kalo ke store nya sih kurang lebih Tujuh jutaan deh, Mas" "Haaa? Sekecil itu? Tujuh juta, Lun?"
1014.1K viewsCompletedAdded to Library 464 Times as lunas 33
Read
+Library
Fantasy World

Fantasy World

Ucap Venda *** Memegang obor sebagai penerangan kami di bawah malam gelap, kami berjalan menuju tempat Luna. Gedung tempat Luna melihat kami adalah gedung mall 4 lantai yang cukup terkenal di kawasan ini. Perempuan tadi memberi petunjuk, Luna berada di lantai 3 di teras restoran yang ada di lantai itu. Aku sedikit terpikir apa yang perempuan tadi katakan, “Dia menatapmu”
9.87.0K viewsOngoingAdded to Library 140 Times as lunas 33
Read
+Library
Menikahi CEO Duda

Menikahi CEO Duda

jawabnya ringan. Luna mengembuskan napas dengan keras. Jika saja keadaannya saat ini tidak sedang mendesak, mungkin dia tidak akan menahan diri untuk menendang pantat lelaki itu dengan heels setinggi tujuh sentimeter miliknya. Dengan kekesalan yang masih agak sulit untuk dia redam, Luna akhirnya berjalan mengikuti Liam. Memasuki sebuah bar yang cukup mewah, desain klasik yang terlihat menawan, bersama pernak-pernik yang memikat mata. Liam lekas menghampiri meja yang ternyata di sana seorang lelaki sudah menunggunya. Dan, lelaki itu terkesiap saat melihat Luna berjalan di belakang Liam. Begitu pula Luna yang sempat terdiam sejenak melihat pria berperawakan atletis tersebut.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as lunas 33
Read
+Library
The Hottest CEO (Bahasa Indonesia)

The Hottest CEO (Bahasa Indonesia)

Luna jadi ingin membandingkan pesona sang bos besar dengan pria bernetra biru misterius yang ia temui di hotel. Apakah benar sosok bos besar yang sedang mereka bicarakan memang sangat menawan? Apakah sosoknya lebih menawan daripada sosok pria misterius bernetra biru langit yang selama ini membayangi mimpi-mimpi Luna? Luna tidak bisa membayangkan jika memang ada pria yang lebih memesona daripada sosok pria itu? Karena Luna bisa menobatkan jika pria bernetra biru sebagai pria yang paling memesona. Jadi, tentu saja Luna merasa penasaran dengan penampilan sosok bos besar yang dipuji-puji ini. Apakah benar penampilannya bisa membuat siapa pun yang melihatnya berfantasi liar?
9.9127.3K viewsCompletedAdded to Library 4.2K Times as lunas 33
Read
+Library
Memaksa Jadi Madu Akan Kubuat Kau Seperti Babu

Memaksa Jadi Madu Akan Kubuat Kau Seperti Babu

Tidak mau kalah Luna kembali menaikan angkanya, “Seratus sepuluh juta.” “Dua ratus juta!” “Dua ratus lima puluh juta!” “Dua ratus enam puluh juta!” “Ya, dua ratus enam puluh juta. Ada lagi?” Suara pembawa acara membuatku kembali menaikkan papan. “Dua ratus delapan puluh juta!” “Masih ada yang lebih dari dua ratus lima puluh juta?” “Tiga ratus juta! Tiga ratus juta.” Luna berteriak sambil berdiri, dia terlihat heboh sendiri dan menjadi pusat perhatian.
12.5K viewsCompletedAdded to Library 499 Times as lunas 33
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status