Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SUNNY

SUNNY

ujar Luna saat bertemu denganku di parkiran. "jangan sok gak denger deh, atau emang gak pernah merasa huh?" ucapnya lagi padaku. Aku masih tak peduli. anggap saja burung berkicau masak aku ikut juga bersama berkicau. "Jadi ngantarin aku kan Ren? di sini serem masak dari tadi aku denger gonggongan anjing, tapi kok gak lihat anjingnya dimana ya?" Aku pura pura melihat ke arah kanan dan kiri sambil berjalan masuk ke mobil Reno. Meski aku masih dengar ucapan Luna "Dasar cewek sial@n awas kamu ya...!" dan teman Luna yang lain melerainya untuk menyusulku.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 105 Times as lunas 33
Read
+Library
Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya

Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya

Di perjalanan, Kelven bertanya pada Luna yang ada di pangkuannya, “Luna, berapa usiamu sekarang?” Luna mengulurkan tangannya dan menghitung. Kemudian menunjukkan tiga jari pada Kelven, “Luna sudah berusia tiga tahun.” Hati Kelven berdebar dan bertanya lagi, “Lalu apa margamu?”
9.51.0M viewsCompletedAdded to Library 40.0K Times as lunas 33
Show Reviews (443)
Read
+Library
Riea Ubet
tolong di up yg banyak dunk klw memang sudah gak ada hati buat si kelven buatlah kelven jg berhenti berharap sm delim thor kasian juga sm kelven jelas2 dy sudah berusaha dan dy juga gak menghianati si delis tapi delisnya kok seolah2 cm dy yg tersakiti bagaimana dg kelven yg 2tahun di rawat di RS???
Helen Widya
awal ny suka bnget sm crita ny cuma lama² kesel sm kelven yg gak prnah mau dnger kl herli emang beneran jahat sm delis,dan kesel ny tuh dr mlai herli bohong kl dia buta gara² delis,dia membunuh ank dlm kandungan delis,smpe dia coba bunuh delis tuh kyk gak.ada yg kebongkar 1 pun,berbelit² mlh runyam
Read All Reviews
The Lunar

The Lunar

Mereka tampak kewalahan karena mengejar Selena yang tidak pernah kehabisan energi itu. Selena bisa mendengar jelas apa yang dibicarakan oleh para pemburu di depannya. Jarak mereka sekitar lima ratus meter. Jelas sekali sebenarnya pemburu itu juga takut pada dirinya yang bukan manusia. Sesaat Selena tampak tersenyum miring dan membayangkan bagaimana jadinya mereka yang mati ketakutan ketika melihat taring panjang dan tajam miliknya. “Kita harus menembaknya dari sini,” kata salah satu pemburu pada pemburu lainnya. Semua mengangguk setuju dan dengan kompak mengangkat pistol mengarah pada Luna yang tetap berdiri di tempatnya.
1051.0K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as lunas 33
Read
+Library
LOVELY MAN

LOVELY MAN

Tak lama berselang, Luna kembali dengan tiga gelas jus di atas nampan. "Kamu pasti capek, kan? Minum dulu jusnya, Bhara." "Makasih." Bhara mengiyakan walau agak terpaksa. "Duduk, Luna! Duduk!" Maya menarik Luna ikut serta. "Lima menit lagi iklan itu bakal tayang!" serunya antusias. "Iklan apaan? Kakak emangnya bintang iklan?" tanya Luna polos.
109.2K viewsCompletedAdded to Library 211 Times as lunas 33
Read
+Library
Sang Luna Terakhir

Sang Luna Terakhir

Secara teknis, putrinya yang memimpin kawanan sekarang, tetapi dia sangat yakin, Ellie, seorang wanita yang belum pernah dia temui tetapi telah banyak dia dengar tentangnya, suka dipanggil sebagai Luna. Dia menarik keluar kertas dari amplop itu dan melihatnya sepintas lalu, mengamati betapa aneh warnanya. Setelah membacanya, dia hampir tertawa terbahak-bahak. "Sayembara?" ucapnya. "Memangnya kita apa, sekumpulan gladiator?" "Tentu, mengapa tidak?" tanya Patricia sambil cekikikan. "Oh, ayolah, Nak. Ini pasti akan menyenangkan!"
633 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as lunas 33
Read
+Library
Selir Kesayangan Tiran

Selir Kesayangan Tiran

Jejak senyum dingin melintas di matanya saat dia perlahan berjalan keluar dari halaman. ... Di halaman barat, Hurra menyerahkan sepuluh uang kertas kepada Lucas. "Pergi ke Ruang Harta Karun dan temukan seorang gadis bernama Luna. Aku sudah bertanya di sekitar. Seratus tael perak bisa membelikannya satu malam. Ambil uang dan duduk bersamanya untuk malam. Jangan lakukan apa-apa. Pergi setiap tiga hari,” kata Hurra.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as lunas 33
Read
+Library
AWAS PAK DOSEN, JANGAN DEKAT-DEKAT!

AWAS PAK DOSEN, JANGAN DEKAT-DEKAT!

Dia naik ke lantai tiga, di mana ruang VIP berderet di sana. "Sediakan pria yang tampan dan seksi ke ruang tiga." "Berapa yang Mbak mau?" Sang manager langsung berbinar. Dia bisa mencium aroma uang dari arah Luna. "Enam." Bersama dengan jawaban itu. Luna mengeluarkan kartu hitam dari dompetnya. Kesalahan yang dia buat adalah kartu itu milik Alfa. "Mari kita bersenang-senang." Teriak Luna sambil bersulang dengan keenam pria yang dia akui juara. Sang manager tahu benar kalau dia suka pria oriental. Meski ada bule dan pria timur tengah yang cukup menarik perhatiannya.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as lunas 33
Read
+Library
Ayah Anakku Suami Sahabatku

Ayah Anakku Suami Sahabatku

Luna keluar dari gedung dengan wajah lesu. Tak mendapatkan hasil, ia pun tak ingin menyerah, mencoba mendatangi perusahaan yang ke tiga. Ia melirik benda bulat yang melingkar di tangannya. "Jam setengah tiga sore," gumamnya. "Sepertinya masih sempat!" Luna kembali melangkahkan kakinya di trotoar yang berdebu menuju perusahaan yang ke tiga. Di tengah perjalanan, ia menunduk dan menghentikan langkah sejenak.
1020.2K viewsCompletedAdded to Library 464 Times as lunas 33
Read
+Library
Godaan Maut CEO Cantik

Godaan Maut CEO Cantik

yang kini seolah hidup di atas kulit Luna yang gemetar. Aroma sandalwood dan keringat pria asing itu semakin mencekik. Pria bermata biru itu, yang nampaknya terlalu mabuk untuk memedulikan tanda peringatan di kulit Luna, kembali merangkak naik. Jemarinya yang gemetar karena gairah kotor sudah bersiap untuk merobek sisa kedaulatan tubuh Luna. Teman-temannya yang lain—tiga pria bertubuh besar dengan mata yang liar—sudah mulai memegang kaki dan tangan Luna, menariknya paksa agar terbentang pasrah di atas sprei satin hitam yang licin.
9.88.6K viewsCompletedAdded to Library 206 Times as lunas 33
Read
+Library
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

Luna mengatur napasnya, masih berusaha menarik gagang ketik Aiden menyebutkan angka tiga puluh. "Ayo sayang sedikit lagi sampai lima puluh." Aiden memberi semangat ketika tangan Luna mulai melambat menarik gagang. "Hahhh.. melelahkan Aiden. Rasanya mulai berat.." Luna membalas lirih masih berusaha menarik gagang. "Empat puluh satu, empat puluh dua, empat puluh tiga, empat puluh empat, empat puluh lima.."
2.7K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as lunas 33
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status