Ifat
Wajahnya bahkan selalu tampak ceria.
“Aku kan sudah bilang ke kamu,” kata Mira dengan nada sedikit mengomel.
“Persiapkan tajimu!”
Aku tertawa pelan.
“Lho? Jadi, yang kamu maksud dengan taji itu..,” aku sengaja berhenti.
“Iiiiihh..! Piktor kamu ih!”
Aku tertawa lagi. Selang beberapa saat kemudian, aku pun menyibukkan diri di depan cermin, merapihkan kembali kain songket yang aku pakai, dan kembali mengancingkan lengan baju yang tadi aku gulung.
Hot Chapters