TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU
“Bapak, dari mana, maaf? Kelihatannya saya belum familiar dengan Bapak.”
Ia tersenyum, senyum yang sangat khas. Manis, manis sekali. Meski tubuhnya sangat atletis, juga memiliki rahang yang kokoh, tapi bibirnya berisi dan merah, sehingga ketika tersenyum, bibir bagian bawahnya tidak menipis, pas. Enak aja dilihatnya, apalagi setelah ia tadi sempat kulihat sedikit tergelak, gigi-gigi putih itu berbaris rapi.
Ya Allah, maaf kalau aku mengagumi sedemikian rupa makhlukmu.