Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

Aku bahagia Bagiku, ini adalah pemberhentian terakhir Tempatku berhenti untuk berlari Tempatku berhenti untuk mengingat segala hal yang menyakitkan Tempatku berhenti untuk mencemaskan masa depan Tempatku berhenti untuk berjuang seorang diri Tempatku berhenti untuk merasa kesepian Tempatku berhenti untuk mencari kebahagiaan Tempatku berhenti untuk menunggu seseorang yang bisa membuatku merasakan cinta Karena di pemberhentian terakhir ini, Aku telah menemukannya Seseorang yang akan melangkah bersamaku Seseorang yang membuatku melupakan rasa sakit itu Seseorang yang menjadikan masa depanku akan lebih indah
8.2K viewsCompletedAdded to Library 271 Times as mad di akhir ayat
Read
+Library
Cinderella, Mah, Apa Atuh?

Cinderella, Mah, Apa Atuh?

curhat Rella menyayat hati dengan air mata menitik. Gawai cantik di tangannya mengeluarkan bunyi, "Mati aja kalau gitu," sahut sang mama terdengar kesal, "kamu lupa, Gusti Allah itu nggak suka sama hamba yang mudah menyerah. Ingat, Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam surah Yusuf ayat ke-87 yang berbunyi; 'wa laa tai asuu mir rouhillaah, innahuu laa yai asu mir rouhillaahi illal qoumul kaafiruun', artinya; 'dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir.' Kamu mau jadi golongan orang-orang kafir?"
1010.7K viewsOngoingAdded to Library 419 Times as mad di akhir ayat
Show Reviews (40)
Read
+Library
Kyuni Chan
Alhamdulillah, bisa double update lagi per hari. Yeay! Terjawab sudah pertanyaan di bab 15 wkwkwk. Hayuk, dibaca Sayangku, Cintaku, Readers terhormatku. Jangan sampai ketinggalan 😆❤ Love Regards, Kyuni Chan
Khoirul N.
Ceritanya unik dan lucu. Sangat menarik untuk dibaca. Sedikit saran kaka: 1. Bagian sinopsis kyknya perlu diperjelas kalo si tokoh panggilannya Rella. Agak yuut, pas liat nama Rella. Ini siapa? Oh, nama panggilannya. 2. Kasih enter agak jauh antarparagraf Kaka. Biar gk rempet, jd tmbah enak bacanya
Read All Reviews
Malam Terakhir di Singgasana

Malam Terakhir di Singgasana

Dia hanya tersenyum pada Lyra dan berkata, "Lyra, kamu dengar sendiri kan? Yang Mulia memintamu pakai pakaianmu sendiri besok. Pada hari terakhir besok, kamu tetap harus melayani Yang Mulia dengan baik. Ini yang disebut ada awal ada akhir." Lyra bangkit berdiri, menggenggam bola salju di tangannya, lalu melemparkannya dengan keras ke wajahnya, dan pergi tanpa suara. Damian yang terkena salju pun mengerang kesakitan. Wajahnya terluka, dia pun menyeka wajahnya, menatap punggung Lyra yang berjalan menjauh dan bergumam, "Dasar nggak tahu terima kasih. Aku lakukan ini untuk kebaikanmu sendiri. Kalau nanti kamu sudah jadi selir, kamu pasti akan berterima kasih atas niat baikku."
985.2K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as mad di akhir ayat
Read
+Library
Dosa Berdenyut Rindu – Ustadz Zidan VS Dokter Salma

Dosa Berdenyut Rindu – Ustadz Zidan VS Dokter Salma

Tapi tak ada lagi jarak yang menggantung seperti sebelumnya. Dan dari ranjangnya, Aisha berseru, “Ustaz, Bu Dokter! Aku berhasil hafal ayat terakhir Al-Mulk!” Zidan dan Salma tertawa bersama. Mata mereka bertemu, dan untuk pertama kalinya, mereka sama-sama tahu: Mungkin rasa itu tak perlu tergesa. Mungkin cinta sedang mengaji—pelan-pelan.
782 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as mad di akhir ayat
Read
+Library
KAUM TERAKHIR

KAUM TERAKHIR

KAUM TERAKHIR 6. Makan Malam Pembawa Petaka "Maafkan saya, Yang Mulia Lord!" Kyana segera menundukkan kepalanya kembali. Di dalam hati, dia sudah menyumpah serapahi kecerobohannya. Bisa-bisanya dia tidak fokus dalam berjalan hingga berakibat fatal seperti ini?
2.9K viewsCompletedAdded to Library 83 Times as mad di akhir ayat
Read
+Library
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

“Ya udah, satu lagi saja. Ini sangat mudah, lanjutkan oleh Teteh! Pakadzabuhu pa’aqoruha fadamdama ‘alaihim rabbuhum bidzanbihim passawaha …” Rasyid kembali membacakan salah satu ayat surat pada juz tiga puluh. “Wala yakhofu ‘uqbaha,” jawab Salwa kemudian. “Betul sekali,” sahut Rasyid dengan tersenyum lebar. “Surat apa?” “Asy-Syams, lima belas ayat.” Salwa mulai merasa jenuh. “Sekarang kita main tebak-tebakkan. Giliran permainan Teteh yang harus Rasyid ikuti.”
10147.4K viewsCompletedAdded to Library 3.8K Times as mad di akhir ayat
Read
+Library
Kurir Pemilik Sistem

Kurir Pemilik Sistem

lanjut MC. Seorang pria tua dengan janggut putih dan sorban hitam naik ke panggung. Suaranya merdu saat membaca surat Ar-Rum ayat 21. "Wa min aayaatihii an khalaqa lakum min anfusikum azwaajan litaskunuu ilaihaa wa ja'ala bainakum mawaddatan wa rahmatan..." Beberapa tamu terharu mendengar ayat itu. Seorang ibu-ibu di barisan belakang menyeka air matanya dengan ujung kerudung.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 28 Times as mad di akhir ayat
Read
+Library
Tanpa Ayah di Hari Terakhir

Tanpa Ayah di Hari Terakhir

Menyadari permintaan itu, Yuda jelas terlihat lega. Dia tersenyum lebar, bahkan memberi hormat kecil padaku. “Siap, laksanakan.” Malam itu, aku menyiapkan satu meja penuh makanan kesukaan Damar. Aku juga meletakkan foto hitam-putihnya di atas kursi, lalu duduk diam menunggu Yuda pulang. Orang-orang tua bilang, tujuh hari setelah meninggal, arwah seseorang akan kembali ke dunia … untuk menatap orang-orang yang dicintainya terakhir kali.
3.7K viewsCompletedAdded to Library 74 Times as mad di akhir ayat
Read
+Library
Akhir Dari Sebuah Siksaan Batin

Akhir Dari Sebuah Siksaan Batin

“Kamu, kamu mau apain….” Aku tak memedulikannya. Aku memungut ponselnya dari lantai. Layarnya tepat menampilkan halaman belakang siaran langsungnya. Di sana ada daftar lengkap penonton, riwayat obrolan, hingga catatan saweran. Semuanya lengkap. “Habislah riwayatmu!” “Biarkan sahabat-sahabat baikmu ini melihat dengan jelas bagaimana caranya kamu mati!”
2.4K viewsCompletedAdded to Library 88 Times as mad di akhir ayat
Read
+Library
Hotel Bekas Pembunuhan

Hotel Bekas Pembunuhan

kata Sandi, bola matanya merah menyala. “Kau iblis suka sekali berbohong, tak ada yang dapat kembali dari kematian. Yang kau tunjukan ke Sandi adalah jelmaan jin. Keluar atau kuhancurkan kau dengan ayat suci Allah.” Ustaz Didi lalu kembali membaca ayat suci. Sandi memegang kepalanya, ia tampak kesakitan. “Astagfirullah ustaz lihat,” kataku sambil menunjuk ke arah pepohonan karet.
8.314.2K viewsCompletedAdded to Library 326 Times as mad di akhir ayat
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status