Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rahim Pengganti

Rahim Pengganti

tanya Irene “Memang apa salahnya saya pakai 2 cincin?” “Ya Mas kaya Jamet!” “Jamet?” ulang Rangga “Iya, duh Mas! Makanya gaul jadi orang, masa gaul sama laporan saja. Jamet itu sebutan orang-orang yang pakai atribut dan gaya musik metal biar kelihatan keren, masa begitu saja enggak tahu. Memanya Mas mau di gossipin begini ‘Ternyata pemilik perusahaan tampan yang namanya Pak Rangga, dia itu Jamet gara-gara pakai dua cincin.’ Mas mau di gosip begitu?” Rangga menggeleng mendengar penuturan dari Irene . Ada saja perbincangan adik iparnya itu yang tidak ada habisnya.
107.9K viewsCompletedAdded to Library 301 Times as majas sindiran ironi
Read
+Library
Terpikat Janda Tajir

Terpikat Janda Tajir

timpal Andini polos, hingga membuat seisi kelas kembali tertawa. Amira hanya bisa memutar bola mata malasnya, lalu kembali fokus pada buku pelajarannya. Bu Ade memberikan tugas membuat kalimat yang menggunakan majas Ironi dan Hiperbola. Masing-masing lima contoh kalimat. Semua anak sibuk dengan tugas masing-masing. Sedangkan Amira malah melamun, hingga entah dari mana air matanya tiba-tiba saja menetes. "Mira, kamu gak papa?" tanya Aleta saat mendapati Amira mengusap air matanya. Temannya itu menggeleng pelan, sambil memaksakan sedikit senyumnya pada Aleta.
9.4138.6K viewsCompletedAdded to Library 3.6K Times as majas sindiran ironi
Read
+Library
Lelaki Sang Penguasa

Lelaki Sang Penguasa

sindir Radit " Iya nih nggak sabar banget pengen cetak gol" timpal Arga sehingga membuat pipi Irene dan Anisa merona karena menahan malu. " Iya dong supaya bibit unggul cepat jadi dan tumbuh berkembang" kata Rangga dengan penuh semangat sedangkan Irene yang di sampingnya bertambah malu. " Sudah, kalian jangan bikin menantu mama malu dong" kata Manda
9.580.2K viewsOngoingAdded to Library 2.2K Times as majas sindiran ironi
Read
+Library
Dosen Ngebet Nikah

Dosen Ngebet Nikah

ucap Mama senang. Anes dan Raina duduk berdampingan di sofa ruang tamu. Mereka tertawa mendengar sindiran Tante Mariam terhadap dosen itu. "Sebentar lagi, dia nggak gadis, lho, Ma!" Irham melewati mereka dan menaiki anak tangga. "Hus! Kalo ngomong sama anak gadis, jangan vulgar!" seru Mama kesal. Irham hanya tertawa menanggapinya.
9.169.2K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as majas sindiran ironi
Show Reviews (122)
Read
+Library
Nano
Akhirnya punya kesempatan untuk memberi review di novel terkeceh sejagat raya ini 😂 Sori lebay, soalnya yg nulis juga agak² gimanaaa gitu. Ntar aku edit reviewnya kalau udah tamat. Gak suka baca yang on going soalnya. Suka di-PHP. Dan gak suka gratisan aku mah 😂😂😂
Ulfah N
And the last akhirnya happy ending juga... sorry ya aku tim happy ending. maaf banget readers semua Ini baru banget bangkit dari keterpurukan. makasih yaaa yang udah nemenin aku hampir dua tahun buat nyelesaiin ini semua. Makasih yang datang dan pergi. Tanpa readers apalah arti aku. :-* Love you All
Read All Reviews
Suamiku yang dari Desa Ternyata Kaya Raya

Suamiku yang dari Desa Ternyata Kaya Raya

Disetiap obrolannya dengan Hendra, pasti Hendra menyematkan kata-kata entah penghinaan yang ditujukan pada kami ataupun ia memamerkan barang miliknya yang katanya mahal, tetapi respon mas Umair hanya tersenyum dan sesekali menanggapinya, namun masih dengan keadaan tenang. Sebenarnya apa dirinya tidak merasa sakit hati setiap hinaan dilontarkan pada dirinya? Aku saja baru melihat orangnya sudah kepengen memelempar batu lantas melarikan diri. "Kamu itu sudah beristri Mair, harusnya lebih maju dikitlah, kasihan istrimu," kata Hendra pada mas Umair. Sok bijak sekali satu orang ini. "Rejeki 'kan sudah diatur, aku juga sudah banyak berusaha, tinggal Allah maunya gimana," balas mas Umair yang terde
9.573.0K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as majas sindiran ironi
Read
+Library
Kontrak Cinta

Kontrak Cinta

“Nyatanya, aku tetap enggak tergoda sama kamu. Jadi, asumsi kamu itu salah besar.” Entah apa yang lucu dari ucapan Mahesa, karena setelah Mahesa menyelesaikan kalimatnya, Indira terbahak. Bahkan sudut matanya sampai berair. “Lo gay? Lo pikir selama ini gue godain lo, karena gue suka sama lo?” Dera tawa Indira semakin keras. “Yang kemarin itu gue cuma mau mastiin, apakah gue perlu mempertimbangkan perasaan lo setiap kali gue ketemu sama Adrian? Tapi denger omongan lo barusan, gue udah tahu jawabannya. Lo tahu, rasanya beban hidup gue terangkat! Ringan!”
9.751.8K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as majas sindiran ironi
Read
+Library
Dinikahi Pria yang Pernah Kucampakkan

Dinikahi Pria yang Pernah Kucampakkan

sindir Reinhard sarkas. Alih-alih merasa tersinggung, seperti biasa, Akira selalu menganggap kalimat sarkas yang keluar dari mulut Reinhard sebagai angin lalu. “Aku hanya menemaninya, karena suami yang katanya akan meluangkan waktu sepenuhnya malah lebih suka bermesraan dengan laptop.”
104.7K viewsCompletedAdded to Library 93 Times as majas sindiran ironi
Read
+Library
Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank

Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank

Di sisi lain jalan— Beberapa bangsawan tua mulai memasang ekspresi ragu. “...Apa mungkin itu benar-benar mereka?” “Tidak mungkin.” “Duke Valerian terlalu arogan untuk dipakaikan popok.” “Benar juga...” “Lagipula Bima Ironheart baru saja jadi juara turnamen.” “Mana mungkin dia duduk minum susu di stroller.” Semua orang akhirnya memilih menyangkal kenyataan demi menjaga kestabilan mental mereka sendiri.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as majas sindiran ironi
Read
+Library
Waktu yang Hilang (Setelah Dia Hadir di Antara Kita)

Waktu yang Hilang (Setelah Dia Hadir di Antara Kita)

"Maksudmu apa, Sin?" "Maaf, aku nggak bermaksud menyindir istrimu, Mas. Aku hanya ingin mengatakan kalau Mas Akbar adalah lelaki yang hebat." Sindi bicara dengan nada santai. Senyum menghiasi bibirnya yang ranum. Akbar diam sesaat. "Apa yang kamu tahu tentang Nara?"
10138.0K viewsCompletedAdded to Library 4.6K Times as majas sindiran ironi
Show Reviews (34)
Read
+Library
Bintang ponsel
karya yg ini laen bikin greget kyk mles baca nya bikin sakit ati peran novel nya agk rada2 bebal trlalu naif n trlalu bodoh dlm bertindak tntg perselingkuhan suaminya mlh nerima2 aja , gk suka dgn karya mbk lis yg ini
Meilia
awalnya g mau buka karya mba Lis yg ini, cz d baca dr judul sama sinopsisx...takut aja kalo sad ending,, trus iseng dong baca bab 1 , eh lakok ketagihan pengen terus dan terus,,, suda 4 judul yg kubaca karyamu mba, dan semuax amazing, saya suka , saya suka,,
Read All Reviews
TEROR BUNGA TASBIH HITAM

TEROR BUNGA TASBIH HITAM

Kedua telapak tangannya masuk ke saku celana putih abu-abunya. "Tuh, rasain! Makanya jangan pilih-pilih tebu ntar olehe bongkeng!" (Pilih-pilih tebu dapatnya jelek) cibirnya. "Dulu nolak Mas Marvinno. Ini ibarat gadget ya, Mbak, iPhone ditolak, hati-hati dapatnya Somay, Mbak. Batagor! Dikasih jodoh sekelas Maserati eeh, ditolak." Irfan terus mengejek. Plak!
1010.7K viewsCompletedAdded to Library 298 Times as majas sindiran ironi
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status