Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dari Budak Menjadi Bencana

Dari Budak Menjadi Bencana

Itu terlihat seperti sel tempat semuanya dimulai—pengingat tentang dari mana kami berasal. "Kita perlu berbicara tentang yang tidak terkatakan," kata Jiao, bentuk spiritualnya duduk dengan punggung bersandar di dinding sel proyeksi. "Tentang apa yang terjadi jika Wa Lang... jika kau tidak bertahan."
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai maka berbicaralah zarathustra
Baca
+Pustaka
Obsesi Dosen Tampan

Obsesi Dosen Tampan

Ariana membalas cepat, “karena saya tidak ingin Zelda terluka oleh sesuatu yang bahkan … mungkin tidak ia sadari menjadi bumerang.” Zara berdiri. Kursinya berderit pelan saat ia melangkah ke jendela. Dari lantai atas itu, halaman fakultas tampak biasa saja. Mahasiswa tertawa, berjalan cepat, hidup tanpa beban. “Kau tahu,” ucap Zara tanpa menoleh, “orang-orang seperti kau selalu datang dengan wajah paling merasa benar.”
1012.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 273 kali sebagai maka berbicaralah zarathustra
Baca
+Pustaka
Ketika Karma Berbicara

Ketika Karma Berbicara

Hidup dan mati menjadi jarak, semua kebencian menguap menjadi asap. Aku memandang ke luar jendela, ke arah Nathan yang sedang memetik bunga mawar untukku. Lalu, tatapanku beralih pada bayi yang tertidur di sampingku. Hari-hariku ke depan masih panjang. Selesai.
11.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai maka berbicaralah zarathustra
Baca
+Pustaka
Suami Sekaku Batako

Suami Sekaku Batako

sahut Cakra. "Apa harus sampai seperti itu? Bukannya itu terlalu berlebihan, toh kita tidak akan tinggal selamanya di sini," tukas Asta sembari terus berjalan dan mengayun-ayunkan tangannya dengan santai. "Kamu harus belajar berbagai hal jika ingin berkembang," tandas Cakra dengan nada kaku.
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai maka berbicaralah zarathustra
Baca
+Pustaka
Penguasa Dunia Virtual

Penguasa Dunia Virtual

Zio [Penguasa Kota Zerda] : "Apakah kamu memiliki informasi penting untuk diberitahukan pada kita, Varda?" Zio, salah satu orang yang cemerlang di kehidupan sebelumnya. Devor bertemu dengan orang ini saat dia menerima gelar bangsawan di kerajaan Nerta. Varda [Penguasa Kota Garuda] : "Aku tidak memiliki informasi yang penting untuk acara utama ini, namun apa yang ingin aku sampaikan adalah, biarkan semua orang memilih jalan mereka sendiri, ini juga tantangan bagi mereka sendiri. Lebih bagus jika anggota Putra Surgawi berdiri di dua sisi, dan bertarung di antara kita sendiri. Ini juga membantu masing-masing dari kita untuk mengembangkan kemampuan kita."
1018.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 577 kali sebagai maka berbicaralah zarathustra
Tampilkan Ulasan (24)
Baca
+Pustaka
Legend of BlueBlue
maaf karena pergi selama satu bulan, saya tahu ini salah, dan tidak benar jika dilihat dari sudut manapun sebagai author ada beberapa kesibukan di akhir tahun kemarin, bahkan mau nulis di waktu senggang susah banget karena selalu terganggu dan bikin nulis stuck berkali-kali
Sijini Go
sebulan ga ada update..... Semoga author senantiasa diberi kesehatan, kemudahan dan kelancaran dalam segala urusan, serta diberi banyak ide cemerlang, sehingga bisa segera melanjutkan kisah Sang Penguasa Kota Garuda. Semangat, Thor!!!
Baca Semua Ulasan
My Boss Behavior

My Boss Behavior

Langkah ringan Forin tanpa merasakan deru debu menerpa. "Jika nyawa dibayar nyawa, maka kehancuran dibayar kehancuran." Pandangan yang begitu kosong. Sadar atau tidak, dirinya menjadi manusia biasa yang berjalan di antara lalu lalang orang. Hingga di pertengah pohon Tabebuya, dia terhenti. Angin berhembus kencang membelai daun yang berterbangan. Mata redupnya melebar sempurna. Dia bertemu Zara.
4.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai maka berbicaralah zarathustra
Baca
+Pustaka
Aku Tanpa Cintamu

Aku Tanpa Cintamu

n "Aku bukan mau bicarain anak-anak, walau tetap ada kaitannya dengan mereka. Ini tentang kita, Zee." "Kita?" Aku mengerutkan dahi tanda tak mengerti. Mas Zaid mengganjur napas berat. "Iya. Aku ingin membicarakan tentang kita." Berhenti sejenak, Mas Zaid kemudian melanjutkan kalimatnya. "Setelah semua yang terjadi, apakah kamu tidak berpikir ulang, Zee?"
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai maka berbicaralah zarathustra
Baca
+Pustaka
ISTRI BADUNG DITAKLUKKAN USTAZ RUPAWAN

ISTRI BADUNG DITAKLUKKAN USTAZ RUPAWAN

Azkio menarik napas dalam, berusaha menekan ego sebelum berbicara. "Terima kasih atas apresiasi Anda untuk Zivanka. Tapi, saya mohon dengan sangat untuk tidak lagi menyinggung soal masa lalunya. Karena sekarang, Zivanka sudah hijrah. Mohon doakan saja, semoga Istiqomah." Azkio meminta dengan rendah hati.
9.933.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai maka berbicaralah zarathustra
Baca
+Pustaka
Gelora berbahaya Kakak

Gelora berbahaya Kakak

“Halo Lila. Bagaimana kabar kamu? Aku harap kamu baik-baik saja. Kenapa kamu tak mau makan? Makanlah Lila, agar kamu mempunyai kekuatan dalam menghadapi pahitnya hidup ini. Ingat, butuh kekuatan untuk tetap hidup, menatap masa depan yang indah suatu saat nanti.” Zico berbicara pada Lila. Namun tak ada respon darinya. Zico seperti berbicara pada patung saja. Dirinya menghela napas panjang. “Baiklah, mungkin saat ini kamu merasa tak adil dengan cobaan ini. Namun, semua telah terjadi Lila, kita tak mungkin bisa memutar waktu kembali ke masa lalu. Bicaralah padaku Lila,” ucap Zico sangat halus membuat tatapan Lila berubah.
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai maka berbicaralah zarathustra
Baca
+Pustaka
Gelang Langit

Gelang Langit

"Aku pernah menjadi dewa. Tapi aku bukan lagi penguasa. Aku hanya seorang penutur. Dan jika kalian ingin mendengar kebenaran, jangan hanya menunggu suara dari langit. Dengarlah gema di dalam diri kalian sendiri." Seorang perempuan tua dari barisan warga biasa melangkah ke depan. Wajahnya dipenuhi keriput dan suara gemetar ketika ia bicara, "Kalau begitu, apa yang harus kami ikuti?" Rakasura menunduk. "Tidak ada yang harus kalian ikuti. Tapi ada yang harus kalian jaga: hak untuk memilih, dan keberanian untuk mendengar yang tak sesuai dengan keyakinan."
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai maka berbicaralah zarathustra
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status