Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Makin Tua Makin Cinta

Makin Tua Makin Cinta

“Masa nggak ada hotel lain yang punya kamar lebih sih? Cuma butuh dua kamar aja kan.” “Itu dia masalahnya, Bu. Hotel Mahakarya adalah hotel paling dekat dari dermaga yang mau kita bangun. Hotel-hotel bagus lain jauh lokasinya.” Suara Siska terjeda, digantikan suara jentikan mouse yang terdengar samar. “Ya masa kamu tega liat aku satu kamar sama Pak Robert. Pasti ada hotel lain. Masa si cuma ada hotel itu doang? Nggak mau deh. Aku nggak jadi ikut. Aku pulang aja.”
6.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai makanya
Baca
+Pustaka
WHEN PYSCHOPATH FALL IN LOVE

WHEN PYSCHOPATH FALL IN LOVE

Caca Gue inginya Oppa atau Ahjussi korea Yang ganteng Dewi Heh! Si Gara mau di taro dimana? Caca Tong sampah! Eca Astgahfirullah! Caca Hehehe pis Eca Oke! Gue bawain oleh-oleh teoppoki aja yha Dewi Boleh tuh Adit tanpa aba-aba langsung merebut hp Eca dengan paksa membuat Eca yang sedang asyik memegang hp jadi terkejut "Ihh...kenapa di ambil sih" Rengek Eca.
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai makanya
Baca
+Pustaka
Kyraka

Kyraka

"Ma-Makasih." "Tapi, Kakak orangnya emang kikuk dan pemalu gini, ya?" tanyanya. Lagi, Raka merasa tertohok oleh kebenaran yang disebutkan Kyra dengan sangat ringan. "I-Iya." Ia pun menunduk malu sambil membuang muka, sementara tangannya menggarung tengkuk yang tak gatal dengan canggung.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai makanya
Baca
+Pustaka
The Hottest Desire (Bahasa Indonesia)

The Hottest Desire (Bahasa Indonesia)

ucap Bara sembari kembali pada posisinya di mana ia kembali menatap punggung Makaila yang tampak kaku. “Hu-Hukuman apa yang perlu aku terima?” tanya Makaila gugup. Bara menyeringai dan mengulurkan tangannya untuk menarik kerah kemeja seragam Makaila dan menggigit kecil dan menjilat pangkal leher Makaila. Tentu saja Makaila menjerit terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Bara. Seketika Makaila yang berniat untuk berontak, tetapi Bara sudah lebih dulu memeluk Makaila dengan erat dan berbisik, “Inilah hukumanmu. Kissmark, is your punishment.”
10100.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai makanya
Baca
+Pustaka
Tamally Ma'ak

Tamally Ma'ak

Sebuah negara markas PBB, pusat bisnis, budaya, hiburan, mode yang dikenal dengan julukan “kota tidak pernah tidur.” “Taxi!” Kulambaikan tangan pada mobil berwarna kuning yang kebetulan lewat. "Where will I take you, Miss?" Pak sopir bertanya saat aku sudah duduk di kursi penumpang belakang dan menutup pintu mobil. Kuperlihatkan layar hpku. Menunjukkan sebuah alamat.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai makanya
Baca
+Pustaka
MAS, KAWIN YUK?!

MAS, KAWIN YUK?!

Untungnya Cinta belum pergi dari pelataran rumah orang tuanya. “Cinta Bangke. Masuk lo! Temenin gue!” Ia kemudian menyeret paksa Cinta. ** “Daebak.” Umumnya kata yang memiliki artian ‘wow,’ itu digunakan kala seseorang merasa kagum akan suatu hal. Maka tak berbeda dengan para penduduk dimana kata itu berasal, Cinta melontarkannya karena tak dapat menghindari keterpukauannya pada langkah anggun seorang wanita yang kini tengah menuruni anak tangga di kediaman orang tua Simon.
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 255 kali sebagai makanya
Baca
+Pustaka
PETAKA MADU BARU

PETAKA MADU BARU

Wanita itu terlihat gelagapan dan tidak tahu harus menjawab apa, sedang Mas Haris seolah menangkap apa yang aku maksudkan, ia meminta maaf dengan isyarat kedua tangan yang ia tangkupkan di dada. Hmm, bubuk merica putih, jahe dan pupuk cabe merah yang kutambahkan dalam jumlah banyak, dan saat ini kusimpan di kantong, sangat membantu niatku memberi pelajaran mempermalukan madu baruku itu. Rasakan!
7.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai makanya
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Papa dan Kak Dika yang kebetulan sedang santai di rumah pun ikut bergabung. Selin mengeluarkan barang satu per satu: "Ini buat Mama, mukena sutra asli yang lembut, beberapa pot lulur Bali sama tas rotan etnik yang Mama titip kemarin." "Ini buat Papa." Papa menerima beberapa bungkus kopi kintamani sama kaos khas Bali. "Wah, mantap." Sahut Papa. "Buat gue mana?" Potong Kak Dika. "Sabar, Kak! Ini beberapa pie susu, kacang khas Bali, dan baju barong buat Kak Dika pakai tidur," Selin terkekeh melihat ekspresi kakaknya.
10832 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai makanya
Baca
+Pustaka
MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU

MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU

Lantas, apa yang membuat pria itu sampai marah? “Karena kamu memang pantas menerimanya!” Ken mengibaskan tangannya seolah Ia baru tersentuh oleh kotoran. Lalu, ia memasukkannya ke dalam saku celana dengan gerakan cepat. Tatapannya angkuh pada Dea.
1064.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai makanya
Baca
+Pustaka
Werewolf and Psychopath

Werewolf and Psychopath

Maafkeun daku tak pandai buat yang syades syadest😭😭😭 Moga suka yaaa😍 Miladia🔪
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 316 kali sebagai makanya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status