Perbaiki Hidup Mama!
Rani pun membatin dalam hati.
“Eh, apa adrenalin ya namanya?”
“Ah sudah lah.”
“Lagi pula aku akan mati.”’
“Tapi siapa yang akan merawat Mama nanti, ya?”
“Semoga ada orang baik yang mau mengurusnya.”
“Maaf, Ma. Aku bukannya ingin jadi anak durhaka.”
“Aku cuma, capek.”
“Nah iya, cuma capek.”
“Ahh, Mama!”
“Masih saja mau pakai gaun itu? Memangnya tidak sayang kalau pemberian Ayah nanti rusak?”
Hot Chapters