Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ikatan Hati

Ikatan Hati

Begitu beberapa kali. Sementara bayi gembul di gendongan sang Bimantara muda bergerak-gerak gembira saat retinanya mendapati sang ibu berada di dekatnya. Bian memanjangkan tangan ke arah si pengasuh sembari mengucap satu kata yang sudah biasa terlontar dari mulutnya. “Mam! Mam! Mam!”
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai mamaku binal
Baca
+Pustaka
Dua Kali Menjadi Rahim Pengganti

Dua Kali Menjadi Rahim Pengganti

ucap Mama meyakinkanku. "Akan Nala coba, Ma," balasku. "Sekarang istirahatlah. Ibu hamil tidak bagus bergadang." "Iya, Ma," balasku sambil memejamkan mata. *** Bian benar-benar datang di bulan berikutnya, sekitar dua minggu setelah Mama datang. Pria itu datang di tengah malam, membuatku terkejut luar biasa saat mendapatinya tertidur begitu saja di ranjangku. Apakah sebenarnya dulu dia juga begini. Datang tengah malam dan benar-benar tidur denganku, aku tak bermimpi saat itu.
108.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai mamaku binal
Baca
+Pustaka
Kekhilafan Satu Malam

Kekhilafan Satu Malam

Sontak Aiman membuang wajah. "Naikan bajumu!" perintahnya datar dengan tangan menengadah seperti orang berdoa, basah akibat penuh minyak kayu putih. "Sudah semb--ahk!" Binar kembali mengigit bibirnya kala merasakan perutnya kembali terasa keram. "Cepat, jangan banyak drama. Aku tidak mau kena masalah lagi dengan Mama hanya karena dirimu!" Aiman memelototi Binar yang langsung membuat wanita menciut.
1021.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 696 kali sebagai mamaku binal
Baca
+Pustaka
Mama Muda

Mama Muda

"Kenapa nggak bisa jawab, Mas? Apa kamu malu mengenalkan wanita seperti aku sebagai istri ke mama kamu? Apa aku nggak layak, Mas?" "Nggak kok. Nggak sama sekali." Kalau nggak, kenapa sampai sekarang belum mengenalkan aku? Naomi juga ingat, Bi Inah bilang mama Mas Adrian adalah pribadi yang baik walaupun memiliki penampilan yang berkelas. Naomi jadi penasaran ingin bertemu dengan mama mertuanya itu, apalagi sudah lama sekali dia tak merasakan cinta kasih seorang ibu yang sesungguhnya.
1023.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 888 kali sebagai mamaku binal
Baca
+Pustaka
Nafkah Batin Suamiku

Nafkah Batin Suamiku

Mama yang mengekoriku, dengan cepat berkomentar seperti tahu isi hatiku. "Beli,Ma. Cuma 200 ribu doang," ujarku sambil meraih sandal japit buat ke Mesjid. "Dua ratus katamu, cuma? Afwan kamu itu lupa ya, sudahb dua bulan kamu gak ngasih duit Mama." "Untung aku masih bisa makan." Astaghfirullah. Aku melirik wajah Mama yang terlihat nelangsa. "Baiklah, Ma. Bentar Afwan solat dulu." Aku bergegas menuju mesjid dengan peradaan tak enak.
1041.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai mamaku binal
Baca
+Pustaka
Mantan, Balikan Yuk!

Mantan, Balikan Yuk!

"Ya ampun, Nak, Mama juga kangen. Kapan kamu berkunjung ke Indonesia?" "Kayaknya baru bisa tahun depan, Ma. Willya kan baru di sini, gak bisa sembarangan ambil cuti." "Oh gitu, ya udah, Mama kudu sabar menunggu kalau begitu." "Ma, Willy mau kasih kabar baik." "Apa itu, Nak?" "Nura hamil, Ma. Doakan janinya pada sehat. Kembar, Ma." "Hah? Apa? Beneran kembar? Alhamdulillah, ya Allah, Willy. Mama seneng banget dengernya. Mama mau bicara dengan Nura."
1016.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 640 kali sebagai mamaku binal
Baca
+Pustaka
Binar Kalbu

Binar Kalbu

“Om sama Tante titip Rine, ya. Dia memang susah diatur anaknya, pulang ke rumah juga jarang. Kamu satu-satunya cowok yang ke sini, biasanya cuma Nissa yang ke sini.” “Siap, Om. Saya pasti jaga Rine, kok.” “Dengar itu, Rin. Jangan bandel kamu,” sahut mamanya. “Hem.” “Orang tua bicara jangan begitu,” tegur papanya dengan nada cukup tinggi. “Iya, Tuan dan Nyonya,” jawab Rine dan langsung bangkit dari tempat duduknya. “Kamu kebiasaan, Rin. Kami belum selesai bicara,” teriak mamanya sambil berdiri.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai mamaku binal
Baca
+Pustaka
Jodoh Kesasar

Jodoh Kesasar

ucap Bapak. "Ho'oh, weteng wes gede ngono, egen pecicilan wae, Bil Bil." Mamak turut menimpali. "Kangen banget, Mak. Kan Bila seneng, akhirnya Mamak nemenin Bila disini, besok Bila ajakin jalan-jalan ke Mall, Mak." Aku memeluk Mamak lagi. Bapak melihatku sambil geleng-geleng kepala.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai mamaku binal
Baca
+Pustaka
FOTO DI DOMPET USANG SUAMIKU

FOTO DI DOMPET USANG SUAMIKU

ucapku kemudian, tapi justru membuat mereka semua kembali tertawa. Entah apa dan dimana letak salahku. Mama hanya geleng-geleng kepala sembari menepuk cukup keras lengan kananku. "Masnya ini?" tanya mama sambil menahan tawanya. "Dia kakak saya yang pertama, Mas. Baru pulang dari Jogja. Kalau yang pernah ketemu sama Mas Bian itu kakakku yang kedua," ucap Maura tiba-tiba. Aku menoleh ke arahnya yang melangkah perlahan ke ruang tamu, lalu duduk di samping mamanya.
1072.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai mamaku binal
Baca
+Pustaka
Ternyata Bosku Mantanku

Ternyata Bosku Mantanku

“Iya, Mama. Bima ingin bermain timezone. Ayo kita pergi ke mall.” Bintang terdiam sebentar di kala mendengar permintaan putranya. “Baiklah, kita akan ke mall bermain di timezone.” “Yeay! I love you, Mama,” pekik Bima seraya memeluk lengan Bintang. Bintang tersenyum melihat putranya yang sangat bahagia. ***
9.422.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 729 kali sebagai mamaku binal
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status