Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terpaksa Menikahi Musuhku

Terpaksa Menikahi Musuhku

“Aku cuma kagum aja, kamu tuh selalu bikin aku jatuh cinta setiap hari. Kira-kira kamu gitu juga nggak ke aku?" "Mas...." Ucapan Ipang yang terdengar tulus tersebut memancing rona merah di wajah Julie. “Kamu lagi kena sugar rush atau gimana sih hari ini? Manis banget masa,” kata Julie. “Tapi orang yang kena sugar rush biasanya pecicilan, bukan tiba-tiba jadi orang super romantis dan gombal kayak kamu.” “Hari ini aku nggak minum atau makanan manis, jadi ini bukan efek sugar rush atau apa pun itu yang berhubungan dengan gula,” jawab Ipang dengan lengkap. “Aku juga pengen kayak kamu, Babe.”
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai mampir mampir
Baca
+Pustaka
Gairah Panas Atasan Mantan

Gairah Panas Atasan Mantan

Raja takut sakit perut. “Aunty dan Om Bayu lagi ngedate,” jawab Darren. Mulutnya sibuk mengunyah buah mangga. Mbak Siti sampai bingung, yang ngidam majikannya yang wanita atau yang laki-laki. Karena Darren sangat semangat mengunyah rujak mangga muda itu. “Ngedate artinya apa, Dad?” tanya Raja. “Ngedate artinya makan malam berdua di luar. Pokoknya menghabiskan waktu di luar rumah.”
10114.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai mampir mampir
Tampilkan Ulasan (19)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
pipovernandes
Adakah penyesalan membuatmu berhenti? Atau kamu percaya adanya hal yang baik setelah sesalmu? Dino sangat takut. Anak yatim piatu penghuni panti asuhan itu harus berdamai dengan kata "berpisah", semua karena adopsi. "Hidup terkadang tak sesuai keinginan kita." Dino mengingat ucapan ibu asuhnya.
Baca Semua Ulasan
PANGGUNG HEBOH

PANGGUNG HEBOH

“Namanya orang kan bisa khilaf.“ “Yang inisiatif kan lu. Nah lu sendiri kenapa nggak ikutan periksa efek jamur begituan. Lu pikir gue suka dengan peristiwa yang gue alamin? Tengsin gue!“ Mendadak Apip berteriak panik. “Pak Mintarja! Pak Mintarja datang lagi!“ Saipul membalik badan untuk mengkonfirmasi ucapan rekannya. Matanya melotot. Jantungnya berdetak lebih kencang. Apip betul. Terhalang rerimbunan pohon, Pak Mintarja memang sedang mendatangi lokasi mereka berada. “Damned!“
7.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai mampir mampir
Baca
+Pustaka
Ah! Mantap, Sayang

Ah! Mantap, Sayang

“Kau mau apa?” “Aku hanya ingin memberikan service terbaik dengan mulutku terlebih dahulu,” sahut Mario dengan suara rendah yang serak, matanya tak lepas dari pemandangan di depannya. “Kita sudah lama tak melakukannya, ‘kan?”
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai mampir mampir
Baca
+Pustaka
Rapuh

Rapuh

Ceklek Sandy terkejut saat melihat Syam yang babak belur akibat pukulan seseorang, dan Sandy yang tidak tahu permasalahannya justru menatap Syam dengan penuh kecurigaan. "Syam, apa yang terjadi?!" tanya Sandy. "Gue dikeroyok San." jawab Syam memutuskan untuk segera masuk dan duduk di kursi. Sandy pun segera menutup kembali pintu dan mulai mengintrogasi Syam yang masih merasa kesakitan. "Dikeroyok, memangnya lo melakukan apa di luar rumah Syam?" tanya Sandy menatap wajah Syam dengan tajam.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai mampir mampir
Baca
+Pustaka
Simpanan!

Simpanan!

Mengukir sebuah tulisan di atas pasir yang basah. Saat ombak mulai mendekat Ammar berlari mundur, membiarkan ombak itu menyapu apa yang sudah ia ukir di atas pasir basah tersebut. Saat ombak mulai mundur dan menyusut. Ia kembali pada tempat semula lalu mengukirnya lagi. Tawanya menggema setiap ombak itu mulai mendekat. Ia lakukan hal yang sama sampai beberapa kali. Entah lah ... aku juga tak mengerti apa maksudnya?
1032.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 964 kali sebagai mampir mampir
Baca
+Pustaka
SEPERTI MENDUNG

SEPERTI MENDUNG

"Hmmm." "Maaf, Teh." Suara pertama yang keluar dari mulut Riki ketika berhadapan dengan kakaknya Ani. "Hmmm. Maaf untuk apa?" tanya kakaknya Ani di depan Riki. Mereka masih berada di depan lawang pintu masuk rumah. Riki malah celingak-celinguk, dia tampak kebingungan lalu berkata, "A ... anu, Teh." Kakaknya Ani pun malah ditambah tak mengerti dengan jawaban terbata-bata yang diucapkan oleh Riki.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai mampir mampir
Baca
+Pustaka
MADU HITAM

MADU HITAM

Alena hanya berjalan menyusuri pesisir pantai, sesekali melempar batu-batu kecil dan menendang pasir, melampiaskan rasa kesal dan marahnya pada sang suami. Di tengah lamunannya, tak sengaja kaki seseorang terinjak olehnya. Jantung Alena berdebar kencang, gugup dan ketakutan. Perlahan, ia membalikkan badan sambil menutupi wajahnya dengan telapak tangan. "Apa kau baik-baik saja?" tanya suara di depannya, melambaikan tangan. Mendengar seseorang berbahasa Indonesia, Alena langsung menyingkirkan telapak tangannya. "Andre!" serunya lantang. "A-alena? Ternyata kamu," jawab Andre gelagapan.
929 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai mampir mampir
Baca
+Pustaka
Hajatan Tetangga

Hajatan Tetangga

"Makmur!" teriakku memanggil anak tunggalku tersebut. Makmur datang dengan tergopoh-gopoh, rambutnya masih basah, dia hanya memakai handuk. Mungkin dia terkejut mendengar suara panggilan yang menggelelegar. Yah, memang beginilah Mamahnya ini, suaranya bisa mengalahkan suara enggang, mudah marah, suami bilang sumbu pendek.
1041.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai mampir mampir
Baca
+Pustaka
Ah! Mantap Sekali Mbak

Ah! Mantap Sekali Mbak

balas Miya begitu ramah. "Kira-kira kalian hendak ke mana? Sepertinya habis jalan-jalan ya?" tanya Marjuki mencoba basa-basi agar bisa mengobrol lebih lama. "Ini kami mau pulang. Iya, tadi hanya jalan-jalan sebentar saja, soalnya di rumah terus," jawab Miya.
1058.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai mampir mampir
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status