Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PEMBANTU CANTIK TUAN MAXIME

PEMBANTU CANTIK TUAN MAXIME

Raras jadi gak enak hati mendengarnya, gadis itu mendekati Yuni memegang pundaknya kemudian merangkulnya. "Maaf mbak, aku gak maksud menyinggung hati mbak" Yuni tersenyum kemudian menatap Raras dengan ekspresi yang kembali ceria. "Santai dek" "Raras itu kalau bibik gak salah ada keturunan Belanda dari kakeknya, Abang sama adiknya bening banget kayak artis luar negeri" Puji Bik Jani Raras hanya diam tersenyum canggung.
711 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai marieke pandjaitan br tambunan
Baca
+Pustaka
UNTAMED (Tak Tertaklukkan)

UNTAMED (Tak Tertaklukkan)

Beberapa sepeda motor terparkir di depan rumah. Sekelompok ibu-ibu berdiri sambil bergosip tanpa berusaha mengecilkan suara. "Itu dia temannya Amira. Dia sering lho ke sini. Kenapa dia tidak ditahan ya?" "Kasihan Bu Ratna dan Pak Bambang. Pak Bambang yang sedang bekerja, sampai pulang ke rumah karena ada polisi." Tia berjalan melewati mereka tanpa peduli. Begitu memasuki ruang tamu ia ia melihat Tante Ratna sedang menangis di pelukan Om Bambang.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai marieke pandjaitan br tambunan
Baca
+Pustaka
Wanita Rebutan

Wanita Rebutan

BUAT CERITA ELENA MENIKAH DENGAN AJUN ChatGPT Judul: Pernikahan di Pantai: Kisah Cinta Elena dan Ajun Di sebuah desa nelayan yang indah di tepi pantai, hiduplah seorang gadis muda bernama Elena. Dia adalah seorang seniman yang gemar melukis pemandangan laut yang menakjubkan. Setiap harinya, dia duduk di tepi pantai, mengamati ombak yang bergerak dan menyaksikan matahari terbenam yang mempesona.
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai marieke pandjaitan br tambunan
Baca
+Pustaka
Dendam Membara Tuan Muda Yang Terbuang

Dendam Membara Tuan Muda Yang Terbuang

Bagian depan rumah juga sangat sejuk dengan pohon rambutan, lengkeng, jeruk dan mangga Di dekat teras juga terdapat buah anggur Brazil dan juga berbagai macam bunga yang cantik. Salah satu bunga yang menarik perhatian Ayna adalah bunga wijaya kusuma yang masih kuncup. “Silakan duduk, Nak,” kata Marni mempersilakan Ayna duduk di sofa sederhana di ruang tamu. “Terima kasih, Ma,” kata Ayna merasa nyaman dengan perhatian yang diberikan Marni padanya.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai marieke pandjaitan br tambunan
Baca
+Pustaka
PELAN PELAN SAYANG

PELAN PELAN SAYANG

“Kamu benar, Cipta. Tapi… siapa orang yang mau membantu saya? Apa dia orang berpengaruh?” “Rain. Rain Maren Brawijaya.” Cipta menarik napas panjang, menyebut nama itu dengan penuh tekanan. “Bapak mungkin tidak begitu mengenalnya, tapi dia…” “Dia psikolog reproduksi, Pak.” Cipta menambahkan cepat sebelum Dokter Agung sempat memotong. “Dan juga pengusaha. Pewaris Brawijaya Construction Corporation dan PT Bumi Langit.”
10494.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16.8K kali sebagai marieke pandjaitan br tambunan
Tampilkan Ulasan (44)
Baca
+Pustaka
Dara Tresna Anjasmara
Dear pembaca, selamat tahun baru 2026. Rain dan Gendis, bakal pamitan nih... mohon maaf kalau cerita mereka kurang menarik, ya. mohon maaf juga kalau ada komentar yang nggak dibalas. Menuju tamat, boleh DM atau isi kolom balasan request sama kita, endingnya mau seperti apapun itu, bebas.
Alan Nasution
bukannya mmbenarkan seorang pembunuh dan komplotannya bebas , tpi aneh aja klo rain brkhir di jeruji besi. ksian gndis , apalagi yg senglek cuma sikap rain balas musuhnya yg ngusik dia duluan. happy ending aja buat rain dan gendis. dan ini hnya novel , mhon pmbca jngan tiru buruknya,ambil baiknya aj
Baca Semua Ulasan
Gadis Tawanan Presdir

Gadis Tawanan Presdir

Mansion ini diisi berbagai macam furnitur kelas wahid, dengan hiasan guci-guci Raksasa di setiap sudutnya. Hiasan di dindingnya pun tak kalah membuat mata terbelalak. Ada banyak lukisan dari sastrawan ternama bergantungan di sana, belum lagi beberapa lukisan langka yang harganya bisa mencapai miliaran juga turut menggantung di sana. "Pak Yanto, antar dia ke kamarku!" perintah Ferdhi pada pak Yanto, pria paruh baya ini adalah kepala pelayan di mansionnya.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai marieke pandjaitan br tambunan
Baca
+Pustaka
Akan Kubalas Pengkhianatanmu!

Akan Kubalas Pengkhianatanmu!

tanyanya dan begitu melihat ke arahku, sontak matanya membelalak. "Astaga, Bu Jane," Yati langsung menunduk hormat. "Kamu kenal sama dia, Mbak?" "Beri tahu mereka, Yati, tentang siapa aku!" Tiga perempuan muda itu, menunjukan ekspresi wajah bingung. Setelah ini, kupastikan ekspresi mereka berubah menjadi memelas kasihan dan memohon ampun. "Ini, ini, Bu Jennifer atau Bu Jane, istri dari Pak Firman, direktur perusahaan ini. Bu Jane juga anak dari Pak Irawan Bramantyo, Komisaris Utama Bram Corporation," jelas Yati.
1030.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 813 kali sebagai marieke pandjaitan br tambunan
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga

ucap istri Gibran, Ya, memang ambu Revan meminta semua teman Revan memanggilnya ambu juga, termasuk Gibran—yang waktu itu turut menemani hingga ke Jakarta. Sementara, Revan dan Ayah sibuk membicarakan menu makanan yang akan mereka pesan. Ambu lantas menatap Revan. “Kamu kapan atuh, Pan, umur, mah, udah cukup. Pekerjaan ada, tunggu apalagi?” “Kapan apa, ni, Mbu?” “Atuh dari tadi ngomongin perut Sandra yang buncit, eta lagi hamil, gimana, si?”
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 395 kali sebagai marieke pandjaitan br tambunan
Baca
+Pustaka
DIMADU TANPA RESTU

DIMADU TANPA RESTU

tanya seorang wanita paruh baya, tetangganya yang rumahnya hanya berjarak satu pintu dari rumah Sekar. Sekar yang sedang memilih sayuran di depan gerobak tukang sayur hanya diam. Pertanyaan itu membuatnya merasa risih, dadanya seketika sesak. “Ibu minta maaf, Sekar. Bukan bermaksud ikut campur urusan rumah tangga kamu,” lanjut sang wanita dengan suara pelan, “tapi ibu dengar dari Ratih, katanya temannya itu kenal sama perempuan itu. Satu SMA dulu. Katanya, dia bukan perempuan baik-baik...”
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai marieke pandjaitan br tambunan
Baca
+Pustaka
Memar Termanis

Memar Termanis

Lampu meja belajarnya menyala redup, sementara layar komputer di depannya menampilkan berbagai komentar kebencian yang ditujukan kepada Paula, bibinya yang ia panggil Auntie, seorang penari kabaret yang sering tampil di acara-acara besar. Dk menatap layar dengan sorot mata yang dingin, tapi di balik tatapan itu, ada rasa peduli yang dalam. Jari-jarinya mengepal dipangkuannya, mencoba menahan diri agar tidak terpancing oleh komentar-komentar buruk yang bertebaran di depan matanya.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai marieke pandjaitan br tambunan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Aku sempat menelusuri namanya dan mendapati bahwa jejak publik tentang Marieke Pandjaitan br Tambunan memang tidak banyak terpampang di internet, setidaknya bukan dalam arsip besar seperti jurnal nasional atau penerbit besar. Dari pengamatan cepatku, kemungkinan besar dia adalah figur lokal atau seseorang yang berkarya di lingkup komunitas—misalnya kegiatan budaya, pendidikan, atau proyek lokal—yang kerap kali kurang terdokumentasi di level nasional. Nama 'br' di tengah biasanya muncul dalam konteks nama Batak sebagai singkatan dari 'boru', jadi itu memberi petunjuk soal asal budaya yang bisa membantu menelusurinya lebih jauh.

Aku memeriksa beberapa sumber yang biasa kubuka: katalog Perpustakaan Nasional, indeks artikel koran daerah, dan platform media sosial. Hasilnya sedikit: bisa jadi dia menulis artikel lokal, ikut serta dalam pameran seni komunitas, atau berkontribusi lewat inisiatif kecil yang tidak terdaftar sebagai buku atau karya formal. Ini cukup umum untuk banyak kreator lokal yang produknya lebih bersifat lisan, digital di grup tertutup, atau terbit lewat penerbit mikro.

Kalau aku diminta menebak dengan hati-hati, karya-karyanya kemungkinan besar bersifat komunitas—cerita pendek lokal, esai budaya, atau proyek pelestarian tradisi. Aku penasaran juga, karena tokoh-tokoh semacam ini sering punya pengaruh nyata di tingkat desa/kota walau tak tersorot media besar. Aku merasa perlu menghargai karya-karya kecil seperti itu; mereka sering yang membuat budaya lokal tetap hidup.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status