YOU
“Saya yakin, om. Saya juga tau kalau ini juga hampir mirip dengan pacarana. Tapi menurut saya, kalau pacarana itu konteks nya masih main-main, belum serius. Sedangkan saya, saya bener-bener serius ingin menikah dengan Aluna Ketika saya sudah memiliki penghasilan yang cukup untuk menghidupi kita berdua. Saya serius dengan Aluna. Saya tidak akan pernah mau main-main sama dia.”
“Apa kamu serius bisa ngejaga anak saya? Kamu aja nggak bisa setiap saat ada buat dia karena harus pergi berlayar. Dan sekali lagi saya tekankan, ini bukan keputusan sembarangan, ini menyangkut masa depan. Kamu masih terlalu muda untuk berani melamar anak saya.”
Hot Chapters