Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Diblokir Tetangga

Diblokir Tetangga

Tempat menyimpan barang-barang seperti meja, kursi, dan tenda untuk acara kampung. "Ini, pakailah. Payung buat kamu. Kamu butuh buat jemput Kia, 'kan?" tawarnya sambil menyodorkan sebuah payung. Aku jadi menebak-nebak. Jangan-jangan dia sengaja menunggui di sini? Tapi, untuk apa? "Tidak usah, Mas, sebentar lagi hujan juga reda," tolakku. Duaaaaarrrrrrrrrrr!
1011.1K viewsCompletedAdded to Library 445 Times as mas is payung teduh
Read
+Library
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

“Ah huhujanan (hujan-hujanan) aja Mang Yayat, tanggung udah basah kuyup gitu, gak perlu daun pisang, jadi kan nanti kayak india-indiaan menari di bawah hujan.” “Tuh buat tutup air lahang minta kresek aja ama si Ibu, jadi air hujan gak ngerembes masuk dan gak tercampur sama air lahangnya,” Kata Mas Parto sambil tertawa. “Dah ah, yuk Bu, Mat, Sep, semuanya, pamit dulu, iki si sayang (ini si sayang) sudah menungguku di rumah,” Kata Mas Parto yang pamit kepada kita semua sambil menutupi tubuhnya dengan daun pisang sebagai pengganti payung pada sore itu.
10126.4K viewsCompletedAdded to Library 5.1K Times as mas is payung teduh
Show Reviews (35)
Read
+Library
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
mizall works
weleh itu udah 70an aja gem vote nya, kirain bakal bisa nyalip ke nomor 1 dengan cepat wkwkwk. sukses terus kang berkarya. salam dari kami di batam main" atuh kesini mungkin bisa dapat referensi novel baru haha
Read All Reviews
Pangeran Langit Mencari Cinta

Pangeran Langit Mencari Cinta

“Untuk Pangeran, Hikari, aku, dan kamu, kan? Total empat.” “Tidak, cukup beli tiga saja,” ucapku. “Dua payung untuk kalian dan cukup satu payung saja untukku dan Hikari.” Masaki tampaknya sudah mengerti dengan maksud perkataanku. Tak lama kemudian, ia kembali dengan tiga payung di tangannya. Ia menyerahkan satu payung padaku. “Kalian berdua pulanglah duluan. Biar aku yang mengurus sisanya.”
108.0K viewsOngoingAdded to Library 167 Times as mas is payung teduh
Read
+Library
Hai Om, Aku Calon Istrimu!

Hai Om, Aku Calon Istrimu!

“Boleh, Sayang. Tapi jangan ke tengah ya.” “Oke, Mami.” Tuh keluarga soft spoken. Gak seperti aku dan Safa yang selalu di buat jadi singa tiap kali jantungan melihat kelakuan Saga dan Gava. Saat Mas Kais mendapat tugas menemani ketiga jagoan main air. Mas Rayyan dan Mas Pandu bekerjasama memasang payung besar. Agar anak-anak bisa berteduh saat lelah bermain.
1017.7K viewsCompletedAdded to Library 673 Times as mas is payung teduh
Read
+Library
Kali Kedua

Kali Kedua

"Iya Mas. Wa'alaikumsalam." Dan kini, Mas Rezky sudah berlari menembus hujan hanya dengan jaket yang ia andalkan untuk menutupi bagian kepalanya. Padahal Mas Rezky membawa payung, tapi kenapa dia harus mengorbankan dirinya sampai kebasahan seperti itu, dan malah memberikan payungnya padaku? "Cieee, dikasih payung sama kakanda, jadi meganginnya kenceng banget."
1019.3K viewsCompletedAdded to Library 657 Times as mas is payung teduh
Read
+Library
180 Hari Menuju Akad

180 Hari Menuju Akad

tanya sang lelaki sekali lagi. Bella mengangguk, hanya itu yang bisa ia lakukan sekarang, ia bersyukur dan teramat sangat bersyukur karena lelaki itu menawarkan bantuan kepadanya. Lelaki itu mengembangkan payung transparan berwarna bening, karena ukuran payung itu tidak terlalu besar, sehingga lelaki itu memilih untuk meneduhkan payungnya lebih banyak untuk Bella agar Bella tidak kebasahan, sementara separuh badan dari lelaki itu basah oleh air hujan lebat.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as mas is payung teduh
Read
+Library
Seseorang Yang Pernah Aku Kenal

Seseorang Yang Pernah Aku Kenal

tanya pria jangkung itu. “Oh ya. Nanti aku kembalikan ya,” “Jangan. Simpan untukmu saja. Siapa tahu kalau hujan bisa melindungi kamu,” “Hey, aku punya payung. Lihat ini! Aku sekarang selalu membawa payung,” kata wanita berambut kecokelatan itu sambil menunjukkan payung yang sedang digenggamnya. “Suatu kemajuan yang bagus,” “Ditambah lagi Adrian bilang nanti jas almamatermu bisa rusak,”
105.7K viewsCompletedAdded to Library 187 Times as mas is payung teduh
Read
+Library
OBSESI BARA

OBSESI BARA

"Anak kecil enggak boleh main hujan-hujanan ... kata Umi, nanti bisa sakit." Payung yang menutup wajah itu terangkat hingga menampilkan wajahnya. Bara mengerjapkan matanya, mengusap wajah akibat air yang menimpa padanya. "Kau siapa?" "Pakai ini," ucap seseorang itu sembari menyodorkan sebuah payung. Bara menggeleng. "Tidak, terima kasih." Bara mendorong payung itu kembali, matanya fokus menatap wajah seseorang itu yang ternyata seorang gadis kecilkecil bertubuh gemuk.
1027.1K viewsCompletedAdded to Library 705 Times as mas is payung teduh
Read
+Library
Janji Mas Ali

Janji Mas Ali

Di atas meja belajar, map berisi berkas-berkas pendaftaran tes kedinasan sudah tersusun rapi. Semua sudah dipersiapkan oleh Subrata. Tempat pelatihan, penginapan di Jakarta, hingga koneksi orang-orang yang akan membantu Ali selama proses tes. Ali hanya tinggal menjalani semuanya, seperti jalan hidup yang sejak awal sudah ditentukan untuknya.
245 viewsOngoingAdded to Library 6 Times as mas is payung teduh
Read
+Library
Si Pecundang Pemilik Api Abadi

Si Pecundang Pemilik Api Abadi

"ehhh tapi Rey... ini kembaliannya tersisa cukup banyak loh..." "Kalau begitu ambil saja untukmu! anggap saja itu uang jirih lelah kamu karna menemaniku!" "Sungguh?" "Oke bye!" Rey yang bersemangat karna mendapat misi baru, langsung bergegas menuju lokasi yang di arahkan sistem meskipun hujan cukup deras saat itu. "Apa kau akan pergi hujan-hujan begitu? ambil ini!" Retha menyodorkan payung satu-satunya yang Retha miliki.
102.7K viewsCompletedAdded to Library 103 Times as mas is payung teduh
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status