Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Seseorang Yang Pernah Aku Kenal

Seseorang Yang Pernah Aku Kenal

tanya pria jangkung itu. “Oh ya. Nanti aku kembalikan ya,” “Jangan. Simpan untukmu saja. Siapa tahu kalau hujan bisa melindungi kamu,” “Hey, aku punya payung. Lihat ini! Aku sekarang selalu membawa payung,” kata wanita berambut kecokelatan itu sambil menunjukkan payung yang sedang digenggamnya. “Suatu kemajuan yang bagus,” “Ditambah lagi Adrian bilang nanti jas almamatermu bisa rusak,”
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai mas is payung teduh
Baca
+Pustaka
OBSESI BARA

OBSESI BARA

"Anak kecil enggak boleh main hujan-hujanan ... kata Umi, nanti bisa sakit." Payung yang menutup wajah itu terangkat hingga menampilkan wajahnya. Bara mengerjapkan matanya, mengusap wajah akibat air yang menimpa padanya. "Kau siapa?" "Pakai ini," ucap seseorang itu sembari menyodorkan sebuah payung. Bara menggeleng. "Tidak, terima kasih." Bara mendorong payung itu kembali, matanya fokus menatap wajah seseorang itu yang ternyata seorang gadis kecilkecil bertubuh gemuk.
1027.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 705 kali sebagai mas is payung teduh
Baca
+Pustaka
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

Malam turun dengan lembut seperti tirai tebal yang menutupi wajah dunia. WarKoDuBa tampak tenang dari luar. Tapi di dalamnya, gelombang keresahan mulai menyeduh perlahan. Toyo sedang mengatur toples-toples keripik saat ia berteriak. “MAS! TEKO SUCI HILANG!” Dimas tersedak kopi. “APA?”
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai mas is payung teduh
Baca
+Pustaka
Janji Mas Ali

Janji Mas Ali

Di atas meja belajar, map berisi berkas-berkas pendaftaran tes kedinasan sudah tersusun rapi. Semua sudah dipersiapkan oleh Subrata. Tempat pelatihan, penginapan di Jakarta, hingga koneksi orang-orang yang akan membantu Ali selama proses tes. Ali hanya tinggal menjalani semuanya, seperti jalan hidup yang sejak awal sudah ditentukan untuknya.
245 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6 kali sebagai mas is payung teduh
Baca
+Pustaka
Suami Muda Mbak Halimah

Suami Muda Mbak Halimah

Cukup bukan jika ucapannya tak pantas di percaya? "Jangan mendekat!" sergahku ketika Mas Aryo akan berjalan mendekatiku. "Aku gak akan ngapa-ngapain kamu. Tenang!" balas Mas Aryo. Mas Aryo tak melanjutkan langkahnya. Ia mengeluarkan hp dari saku celananya. Lalu menelepon entah siapa. Setelah menutup sambungan teleponnya Mas Aryo lantas mengambil sebuah payung dari bagasi mobilnya dan memberikannya padaku.
1014.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 527 kali sebagai mas is payung teduh
Baca
+Pustaka
Terjerat Pria Arogan Setelah Dicampakan

Terjerat Pria Arogan Setelah Dicampakan

tanya anak tersebut. Nada suaranya sangat penuh semangat, membuat Maira mengulas senyum. "Kamu ada payung berapa, Dek." Maira balik pertanya lalu pria kecil itu memamerkan payung yang dipakai dan di pegang. "Yah ... cuma dua ya, tapi gak papa. Nanti kamu bareng Kakak terus satunya buat teman Kakak dan anaknya," tutur Maira.
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 505 kali sebagai mas is payung teduh
Baca
+Pustaka
Salah Melamar

Salah Melamar

“Itu bukan urusanmu.” Mas Adam kembali membentangkan payung yang dibawanya. Sedangkan aku masih berdiri mematung menatap tempat yang baru saja kujejaki. “Masih ingin disini? Gak mau pulang?” Terlintas dalam pikiraku, betapa dinginnya Mas Ammar di dalam sana. Digenangi air hujan, dan diapit oleh tanah di segala sisinya. “Khadijah, aku tak akan mengulang ucapanku untuk kedua kalinya. Ikut pulang tidak?” tanyanya.
1027.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 601 kali sebagai mas is payung teduh
Baca
+Pustaka
Anak Untuk Mas Agam

Anak Untuk Mas Agam

Seraya menghapus jejak air matanya. Suara klakson mobil yang membawa perabotan rumah lamanya datang. Gentari lantas keluar. "Neng, ini kami turunin aja, ya. Maaf, nih. Kita nggak bisa bantu bawa masuk. Soalnya Neng sendiri kasih uang cuma pas buat ongkos anter, nih. Perabotan," kata sopir truk yang membawa perabotan rumah.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai mas is payung teduh
Baca
+Pustaka
Luka (Yang) Cantik

Luka (Yang) Cantik

ucap lelaki itu menyerahkan payung pada Renna. Jelas Renna tak langsung menerimanya, dia hanya menatap ragu payung tersebut. "Gak usah." tolaknya halus. "Bawa saja. Besok bawa ke kafe tempatmu bekerja. Kembalikan disana. Namaku Dimas." ucap lelaki itu—menawarkan kembali payung dengan rayuan senyuman hangatnya.
4.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai mas is payung teduh
Baca
+Pustaka
Wanita Masalalu Suamiku

Wanita Masalalu Suamiku

Aku baru ingat, dari kemarin perutku belum terisi. Aku memesan spaghetti dan chicken wings untuk mengganjal perut. Sembari menunggu pesananku datang, aku berfoto ria kemudian menguploadnya ke aplikasi efbe dengan caption. ‘Jika mau bermain. Pastikan lawanmu melebihi dirimu.’ kemudian memencet tulisan unggah. Aku harus memastikan lelaki itu tidak menggugat cerai istrinya. Di sampingku, Mas Aldi duduk menatapku enggan, hingga tak berapa lama ada pelayan datang membawa menu yang ku pesan.
8.575.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai mas is payung teduh
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status