Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Hari-hari Dimanjakan Paman

Hari-hari Dimanjakan Paman

Sekarang langit sudah gelap, suhu udara turun, bisa menyebabkan masuk angin. Wanita hamil tidak boleh sembarangan minum obat, kalau sampai masuk angin bisa gawat! Mengingat hal itu, Adsila segera membantu Pamela menutup jendela sebelum keluar .... Saat menutup jendela, secara tidak sengaja Adsila melihat ke bawah, sebuah mobil dengan sosok pria yang familier terlihat di sana. "Itu Paman! Paman di bawah!" teriak Adsila.
9.51.4M viewsCompletedAdded to Library 50.6K Times as masuk angin duduk
Show Reviews (267)
Read
+Library
Mei Ika
aku dh bca pamela, kalana dan agam udah diganti lagi cerita tentang jonson dan di ganti lagi dg philips.. syngnya cerita philips cuma aku baca sebentar. aku kira author bakalan nyelesaiin cerita pamela yg menurut ku belum selesai. teka teki yg belum terpecahkan. tapi sudah di ganti2 pemeran
Anava
Agam dan Pemela menikah lagi dan bulan Madu di bab 1895-1898 (Keluarga berkumpul kembali) loveeee... bgt .... Author sangat pandai membuat hati bertalu², emosi, bahagia benar² bisa membuat pembaca larut dalam kisah... Bikin cerita lagi dong Thor, tp jangan panjang² episode nya ...
Read All Reviews
Call Me, Reyn

Call Me, Reyn

Kala ini, rembulan pun menjadi pemalu dan bersembunyi dibalik awan-awan hitam tanda hujan akan segera datang. Hembusan angin menerpa wajahku dan membuat bulu kudukku berdiri dan hendak mengabsenkan diri satu-persatu. Dinginnya angin malam ini membuatku tak tahan jika berlama-lama di balkon rumahku. Aku beranjak dari tempatku dan memilih untuk duduk di sofa ruang tengah seraya meluruskan kakiku dan menyandarkan tubuhku diujung sofa sebelah kanan.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as masuk angin duduk
Read
+Library
SUAMI PENGGANTIKU (BUKAN) PRIA PAYAH

SUAMI PENGGANTIKU (BUKAN) PRIA PAYAH

“Mau Mas usirin anginnya dari tubuh kamu nggak?” Kening Mentari berkerut. Seakan mengerti dengan keheranan istrinya, Samudra kembali berbisik. “Dengan cara memasukkan sesuatu ke tubuh kamu, pasti anginnya terusir.” Mentari memutar bola mata malas. Bila biasanya ia akan menyambut hangat isyarat nakal sang suami dengan semangat yang sama. Tidak untuk kali ini. Perutnya yang tidak nyaman membuatnya tidak berhasrat untuk saat ini.
9.81.1M viewsCompletedAdded to Library 36.8K Times as masuk angin duduk
Show Reviews (184)
Read
+Library
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, Dan ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Osky Agistaragia
mba thor, kenapa koq sekarang ini cuma 1 bab sehari?! Biasanya 2 bab sehari? itupun buat kita2 masih kurang...koq ini malah dikurangi jadi 1 bab.. Tolong di tambah deh mba thor..... Mohon bisa dipertimbangkan usulan n permintaan para pembaca n penggemar mba thor...agar bisa diterima dan terealisasi
Read All Reviews
KUKU BU SAPTO

KUKU BU SAPTO

Manik matanya tak bisa lepas dari jendela. Dug dug dug! Dian mengangkat kedua lututnya higga sebatas dada. "Si-siapa itu? Kok mengetuknya menakutkan sekali sih." Tetap saja jendela kamar tak berhenti diketuk oleh seseorang entah siapa? Bulu kuduknya pun mulai berdiri dan merinding. Hembusan napas terasa berat. Dengan dada yang semakin terasa sesak.
1078.8K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as masuk angin duduk
Show Reviews (37)
Read
+Library
Nannys0903
Mampir ke karyaku MALAM TANPA NODA Faisal tak menemukan bercak dara di atas ranjang apa benar istrinya sudah tak perawan. memilih menikahi wanita lain pilihan ibuanya tanpa mau menyentuh istri pertama. Mampukah Airi bertahan dalam rumah tangganya.
Hayisa Aaroon
Berbagai hal ganjil yang dialami pemandi jenazah setelah memandikan jenazah benar adanya, itu saya dengar langsung dari mereka. Banyak pelajaran hidup bisa ambil dari mereka yang sudah tidak hidup. Terimakasih Penulis untuk tema luar biasanya, mengingat kematian membuat hati kita, down to the earth.
Read All Reviews
Enam Tahun Tanpa Malam Pertama

Enam Tahun Tanpa Malam Pertama

Siwi menatap Kek Usman, lalu menuruti ucapan pria tua itu. Kaca jendela mobil sudah dibuka setengah. Siwi memajukan sedikit tubuhnya untuk menghirup udara angin yang seperti dikatakan Kek Usman. Benar saja, angina dingin menerpa wajahnya dengan lembut dan juga menyegarkan. Siwi merasakan otot tubuhnya yang menegang, perlahan mengendur. Udaranya benar-benar sejuk, saat sebentar lagi hujan akan turun. Siwi membiarkan rambutnya yang panjang tergerai, beterbangan ditiup angin. Wanita itu merasa begitu tenang dan rileks, sehingga matanya terasa berat. Rasanya ia ingin segera memejamkan mata dan menikmati mimpi seperti Ayumi.
10181.0K viewsCompletedAdded to Library 4.5K Times as masuk angin duduk
Read
+Library
Balada Hutang Keluarga Rhoma

Balada Hutang Keluarga Rhoma

terang Alfa yang langsung disambut tatapan terbelalak dari Ani. “Jadi, kita pupnya jongkok? Nggak duduk?” teriak Ani histeris, ia sama sekali tidak bisa membayangkan untuk melakukan itu semua dengan keadaan jongkok. “Kalau mau duduk bisa pakai ini, Bu.” Alfa mengambil sebuah dudukan kecil terbuat dari plastik. “Hah? Bagaimana caranya?” tanya Ani. “Gampang Ibu tinggal bolongin bagian sini.” Alfa menunjukkan bagian tengah, “Nah, nanti tinggal di simpan di atas klosetnya dan ibu duduk di sana.”
107.2K viewsOn holdAdded to Library 150 Times as masuk angin duduk
Read
+Library
Warisan Kultivasi: Pengendali Awan

Warisan Kultivasi: Pengendali Awan

Dewi Laut membawa Cakra ke Puncak Meditasi, platform batu melayang di ketinggian tertinggi, dimana angin begitu kencang hingga bisa melempar kultivator biasa. "Duduk," perintahnya. Cakra duduk bersila di tengah platform, angin menghantam tubuhnya dari segala arah. "Tutup matamu," lanjut Dewi Laut. "Rasakan angin. Jangan melawan. Jangan kendalikan. Hanya rasakan."
10768 viewsCompletedAdded to Library 21 Times as masuk angin duduk
Read
+Library
Ojol Simpanan Artis Cantik

Ojol Simpanan Artis Cantik

Angin aneh mendadak berputar cepat di bawah telapak kakiku. WUSH! Tanpa sengaja, emosiku yang tidak stabil memicu pecahan 'Jurus Angin Duduk'. Hantaman angin kencang mendadak tercipta dari bawah sofa, berhembus memutar ke atas meja kaca dengan sangat cepat. Sret! Sret! Sret! "Eh, draf kontraknya!" teriak Ciska panik.
10.9K viewsOngoingAdded to Library 249 Times as masuk angin duduk
Read
+Library
Maaf Pak, Saya Hanya Pembantu Biasa.

Maaf Pak, Saya Hanya Pembantu Biasa.

Napasnya masih belum benar-benar normal dan batuknya sesekali datang, tetapi setidaknya ia sudah bisa menikmati udara sore tanpa harus terus berbaring di tempat tidur. Di samping kursinya terdapat segelas teh hangat yang baru saja dibuatkan Bu Rani. Perempuan paruh baya itu bahkan sempat berpesan agar ia tidak terlalu lama duduk di luar karena angin sore sering membuat dadanya kembali sesak. Pak Warman hanya mengangguk sambil tersenyum. Sejujurnya, ia bosan terus berada di dalam rumah. Duduk di teras seperti ini membuat hatinya sedikit lebih tenang.
104.3K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as masuk angin duduk
Read
+Library
Transaksi Hati Ibu Pengganti Anak Presdir

Transaksi Hati Ibu Pengganti Anak Presdir

Sore ini angin berhembus dengan lembut. Alvaro dengan sengaja mematikan AC di dalam ruangan dan membuka kaca besar di dalam ruangan itu. Ia ingin merasakan angin alami. Hembusan angin yang seperti ini dapat memberikan rasa tenang untuk dirinya. Setelah puas menikmati hembusan angin, ia menarik nafas panjang dan kemudian duduk di kursi kerjanya.
9.897.8K viewsCompletedAdded to Library 3.7K Times as masuk angin duduk
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status