Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Angin di Antara Kita

Angin di Antara Kita

Angin berembus dari arah utara, dingin menusuk, membawa sisa aroma hujan yang belum sepenuhnya sirna. Nayla duduk di tepi jendela kamarnya, menatap kosong ke luar. Dari tempatnya, ia bisa melihat jalanan sepi dengan sesekali suara kendaraan lewat, hanya menimbulkan jejak cahaya sebentar sebelum hilang ditelan gelap. Tangannya menggenggam sebuah cangkir berisi teh yang sudah lama mendingin. Uapnya tak lagi mengepul, sama seperti hangat di hatinya yang kian memudar.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as masuk angin duduk
Read
+Library
Garwa, Satu Hati Sampai Nanti

Garwa, Satu Hati Sampai Nanti

Angin malam cukup kencang saat ini ditambah hawa dingin yang cukup membuat bulu kuduk lelaki itu berdiri. Ismoyo duduk di bangku yang biasa dipakai Mbok Asri. Dari tempatnya, dia bisa melihat pemandangan sekitar, lampu jalan masuk perumahan masih setia menemani. Atap rumah beberapa penghuni yang dicat oleh pemiliknya tampak berkilauan. Lelaki itu tersenyum sambil menyalakan sebatang benda yang dibawanya tadi.
109.0K viewsCompletedAdded to Library 179 Times as masuk angin duduk
Read
+Library
KAU HANCURKAN HATIKU, KUHANCURKAN ISTANAMU

KAU HANCURKAN HATIKU, KUHANCURKAN ISTANAMU

sambung Atikah. "Bener, dah sana masuk. Istirahat saja, ayo ibu antar masuk, ibu juga tidak tahan kenak angin malam." Timpal Bu Joko sambil memapah Risa, karena usianya yang sudah tidak muda lagi, sangat mudah sekali penyakit masuk angin menyerang dirinya.
1010.5K viewsCompletedAdded to Library 399 Times as masuk angin duduk
Read
+Library
Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing

Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing

"Kedinginan darimana? Di sini kagak ada AC." "Ya kagak ada AC tapi lu coba liat view disini tanpa penghalang, Bu. Langsung dari luar. Angin bebas masuk tanpa perlu menabrak tembok atau kaca lebih dulu. Bebas tanpa hambatan kek jalan tol." "Oh. Kenapa gua nggak ngerasain apa-apa? Gua malah ngerasa gerah." "La iya lah. Lu kan baru aja estafet nyari bubur ayam."
1034.1K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as masuk angin duduk
Read
+Library
Pelacur Berkelas

Pelacur Berkelas

Ia benar-benar tak tahu lagi pada siapa ia harus percaya disaat seperti ini. Angin yang berhembus menghadirkan hawa dingin masuk ke kulit putih Ara. Namun itu tak membuat Ara beranjak dari tempat duduk nya. Ia masih setia berada disana untuk mengeluarkan semua sesak di dadanya yang sejak tadi ia tahan itu.
9.711.9K viewsOngoingAdded to Library 260 Times as masuk angin duduk
Read
+Library
Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Tio kesukaannya apa, aku juga nggak tau. "Mbak Arum, biasanya setelah pijat, nanti disuruh minum susu kalo enggak minuman isotonik. Itu sih biasanya. Sama beli saja obat masuk angin cair. Kalo nginep disana, hawanya dingin banget." Pak Imam yang sering kesana sudah tahu sekali kondisi disana. "Oke, Pak."
7.840.7K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as masuk angin duduk
Read
+Library
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

pinta Harsa. Cuacanya sangat mendukung. Angin membuat hawa-hawa yang sangat sehat itu menjadi diri mengantuk. Akan tetapi, bukannya itu merupakan nikmat yang sangat indah? Bahkan bisa menenggelamkan sesuatu yang melekat pada kepedihan. "Gak mau. Yang butuh yang mendatangi." "Mas lagi nyetir nih, entar meleset gimana? Takut kamu lecet."
103.3K viewsCompletedAdded to Library 108 Times as masuk angin duduk
Read
+Library
Behind Her Pride

Behind Her Pride

Ia pasti akan kesulitan bernapas jika harus duduk berjam-jam di samping Angel. "Semuanya sudah masuk, Pak, kita bisa berangkat sekarang," kata Jaydan pada sang pengemudi lantas ia berjalan menuju kursinya. Duduk tepat di samping Angel yang sejak tadi sedang memfokuskan perhatian ke luar jendela. Gadis itu menoleh ketika kursi kosong di sebelahnya sudah terisi seseorang. "Siapa yang menyuruhmu duduk di sini?" ketus Angel, ia sudah sangat senang karena tidak ada satu pun yang duduk di sampingnya.
9.721.5K viewsCompletedAdded to Library 818 Times as masuk angin duduk
Read
+Library
Petaka Di Lorong Kampus

Petaka Di Lorong Kampus

“Sial, kenapa hawa disini jadi dingin begini ya? Bikin merinding aja” Pria itu berjalan cepat menuju ruang UKM, hanya tinggal beberapa langkah lagi dia mencapai tujuanya, tiba-tiba pria tersebut di kejutkan dengan hembusan angin kencang dan dingin hingga membuat tubuhnya sempoyongan. “Angin apa itu? apa ada puting beliung malam-malam begini?”
103.2K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as masuk angin duduk
Read
+Library
PUTRI YANG TERTUKAR

PUTRI YANG TERTUKAR

Ana terbangun saat mendengar suara hembusan angin yang kencang. Ia terbatuk tatkala debu terhirup hidung mancungnya. Sontak, ia menegakkan tubuhnya. Tatapannya terpacak pada pintu istal yang terbuka. Jantungnya berdegup kencang. Mungkin pintu itu terbuka karena terdorong oleh angin yang cukup besar.
10229.1K viewsCompletedAdded to Library 7.8K Times as masuk angin duduk
Show Reviews (45)
Read
+Library
Hamsinah Lolonkz
selain ceritanya yang tidak biasa.. saya suka tata bahasanya yang berkelas.. saya sudah banyak membaca novel tapi "putri yang tertukar" betul-betul membuat saya penasaran dan selalu ingin membacanya berulang-ulang. yang saya sayangkan pembaca tidak bisa memutar iklan untuk mendapatkan bonus.
sheila chrysilia
Emosinya roller-coaster. Senang, sedih, tegang, selipan humor, dll suka banget! Ditambah gaya penulisan dan cara mendeskripsikan detail mulai dari latar, karakter, aktivitas karakter, dll, wow! <3 Jadi bisa ikut ngebayangin <3 Thanks kak Piemar udah nulis novel ini. Sukses selalu! Ditunggu next-nya.
Read All Reviews
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status