Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Niat Menyamar Malah Dilamar

Niat Menyamar Malah Dilamar

terang suamiku ini dengan mengedipkan mata. "Betul! Tuh, Langit ternyata lebih cerdas dibandingkan kamu!" teriak Mahardika sambil tertawa. "Tapi, kenapa Magdalena tidak diajak ke sini?" tanya Mas Langit sambil memicingkan mata. "Mag-Magdalena? Dia tidak enak badan. Wajarlah, terlalu banyak lembur! Kalian harus maklum," selorohnya sambil terkekeh.
1050.9K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as mata rimar kenapa
Read
+Library
Pendekar Pedang Bulan Sabit

Pendekar Pedang Bulan Sabit

"Kejadian yang pernah terjadi di masa lalu, tidak akan pernah bisa kita ubah. Yang bisa kita lakukan hanyalah memperbaikinya, Nek. Aku bisa membantumu untuk mendapatkan bola kristal itu. Bola kristal tersebut bisa didapatkan, jika kau berhasil mengatakan apa yang perlu kau sampaikan kepada orang yang begitu kau hormati dan kau sayangi. Lakukanlah sebelum semuanya terlambat dan kau menyesali semuanya seumur hidupmu." Setelah menyelesaikan kalimatnya, Rim di masa lalu pergi. Tujuan awalnya datang ke desa ini memang untuk mencari bola kristal itu, bukan untuk menghalangi kejadian yang seharusnya terjadi. Tapi, apakah Choi Rim bisa melakukan semua itu? Melihat kembali kedua orang tuanya meningga
102.7K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as mata rimar kenapa
Read
+Library
Istri Rahasia Kepala Sekolah

Istri Rahasia Kepala Sekolah

“Kenapa? Mala marah? Mala pengen dianggap single sama si Erlangga?” [Halo! Mala! Mala apa kau mendengarku?] Erlangga tak menyerah menelepon Malati. Ia penasaran dengan pria yang berbicara padanya barusan. Malati menghela nafas panjang lalu menjauhi Aldino dan berusaha berbicara padanya. [Ada apa? Tolong cepat katakan!] [Rektor memintamu menjadi juri untuk olimpiade Matematika di kampus. Kampus kita akan mengadakan olimpiade Matematika untuk anak SMP.]
1042.4K viewsCompletedAdded to Library 847 Times as mata rimar kenapa
Read
+Library
Mantan Terindah

Mantan Terindah

jawab Mira sambil melangkahkan kakinya kembali. "Hah!?" "Kenapa bengong begitu? Ada yang aneh?" sahut Mira sambil menatap Damar. "Ternyata wanita suka yang gratis ya?" "Memang iya, asal jangan semuanya minta gratis!" sahut Mira sambil mengerling pada Damar. "Maksudnya bagaimana?" jawab Damar pura pura gak mengerti. "Masa gak tahu sih!?"
2.6K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as mata rimar kenapa
Read
+Library
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Selama setengah jam pertama satu dengan lainnya di antara mereka saling mengobrol. “Sunscreen yang bagusan sih merek Anessa,” ucap Rianti kepada Emmy. Mereka duduk di barisan tengah yang saling bersebelahan. “Itu bukannya merek Jepang itu ya? Yah.. Mehong dong?” ucap Emmy kepada Rianti. “Jadi waktu itu gua kepeleset tuh. Apa karena jari-jari gua ini bulat-bulat apa gimana gitu, rasanya permukaan tebingnya jadi licin semua,”
108.9K viewsOngoingAdded to Library 240 Times as mata rimar kenapa
Read
+Library
JANGAN PERGI BUNDA

JANGAN PERGI BUNDA

“Pesan dari Erwin, aku seneng banget” “Dari Erwin, oh kalian…” Miranti tidak melanjutkan ucapannya tapi sorot matanya menatap jijik pada Ricard.Miranti akan sangat kecewa kalau benar Ricard adalah penyuka sesama jenis alias jeruk makan jeruk.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as mata rimar kenapa
Read
+Library
Pembalasan Tuan Muda Terkuat

Pembalasan Tuan Muda Terkuat

Mata itu menatap Ryan dengan sorot yang memicing tipis di ujungnya, seperti orang yang mendapat hasil yang tidak sesuai ekspektasinya dan belum memutuskan harus merespons bagaimana. Kelopak bawahnya tegang, tapi tidak ada satu kata yang keluar. Tangan kirinya tersembunyi di balik jubah. Tidak sepenuhnya diam. Tetua berambut abu-abu menghela napas panjang dengan nada seseorang yang sudah terlalu hafal dengan skenario seperti ini. "Mira." Suaranya tetap santai. "Kenapa kau selalu begini?" "Aku hanya ingin melihat seberapa kuat orang yang katanya juara itu." Perempuan bermasker itu mendengus. Matanya masih menempel pada Ryan. "Ternyata hanya segini."
9.71.3M viewsOngoingAdded to Library 41.3K Times as mata rimar kenapa
Show Reviews (79)
Read
+Library
Raden Arya
Salam Kak Rionir, semoga selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah. untuk pembaca setia juga semoga sehat selalu. izin promosi ya kak. untuk teman-teman yang suka novel action, mafia, balas dendam, dan identitas rahasia. pokoknya wajib baca novel Balas Dendam Putra Mafia Terkuat. ...
Adelia
maaf mengotori kolom komentarnya izin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku.
Read All Reviews
Redemption: Identitas dan Masa lalu

Redemption: Identitas dan Masa lalu

Tempat para lebah itu cukup jauh dibandigkan tempat beberapa hewan sihir lainnya. Tori mengajak May untuk pergi menemui seorang senior yang menjadi penanggung jawab tempat itu. “kak Rim, temanku disini” katanya. Rim adalah seorang perempuan yang memiliki rambut berwarna merah. Rambutnya di kepang dua membuat wajahnya yang putih terlihat sangat muda. “oh halo” ia menyapa May. “halo, aku May” Rim mengangguk. “iya aku sudah dengar dari Tori, jadi berapa yag kau butuhkan?” katanya.
2.2K viewsCompletedAdded to Library 52 Times as mata rimar kenapa
Read
+Library
Kehidupan Setelah Perpisahan

Kehidupan Setelah Perpisahan

“Kalau memang kau tak mengenalku… kenapa kau begitu panik?” Nada suaranya tenang namun memancing emosi. “Diam!!!” Rima hampir menjerit. “Aku nggak pernah… Nggak pernah…” Namun suaranya pecah di akhir. Matanya memerah, air mata jatuh, tapi bukan karena sedih, melainkan karena malu dan marah. Sedangkan Rizal masih duduk tenang. Wajahnya datar, tapi matanya memandangi Rima dengan tatapan yang sulit dibaca…
1013.7K viewsCompletedAdded to Library 273 Times as mata rimar kenapa
Read
+Library
Gadis Tanpa Mata Batin

Gadis Tanpa Mata Batin

"Mir, liburan kali ini aku nggak pulang, ya. Teman-teman kosanku ngajakin liburan bareng, naik gunung." Hening. Beberapa detik berlalu tanpa suara, sebelum akhirnya Miranti merespons dengan nada yang berubah tajam. "Apa? Mbak mau naik gunung? Serius?" "Iya. Gunung Sarebu Jiwo, katanya tempatnya bagus. Jadi aku pikir... ya, sekalian aja, pengalaman baru," jawab Mina santai, meski ia tahu Miranti tidak akan menerima jawaban itu dengan mudah.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as mata rimar kenapa
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status