PERFECT HUSBAND
Sembari batinku tetap menangis, kemana sekarang akan aku langkahkan jalanku, saat jembatan kebahagiaanku sudah putus seperti ini, aku menghela nafas yang begitu terasa sangat berat.
“Mama…”lirihku menangis sesegukan, bergegas aku bersiap merapikan diri dan beranjak ke tempat mama,
Ting nong…
“Mama…”panggilku memencet-mencet tak butuh waktu lama mama membuka kan mata, sontak saja mata mama membulat melihat aku datang dengan keadaan kacau begitu, mataku sembab karna menangis dan ada sedikit lebam di sudut bibirku karna tamparan semalam.
الفصول الرائجة