Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Keturunan 100 kg

Keturunan 100 kg

Happy Reading "Kak Bagas, nih ponselnya." Aku sodorkan ponsel apple .miliknya yang dipinjamkan dua bulan untukku pakai. "Loh, kok dikembalikan?" "Aku mau pulang." "Pulang?"
104.9K viewsCompletedAdded to Library 142 Times as may i borrow your pencil
Read
+Library
Suami Pengangguran Pilihan Bapak

Suami Pengangguran Pilihan Bapak

Apa tidak ada pikiran lain? "Ya terus mau bayar pakai apa? Kalau gak punya solusi gak usah ngelarang orang!" "Cari pinjaman aja!" "Kemana?! Kau mau cari pinjaman pada siapa?!" bentak bapak tirinya
1014.7K viewsCompletedAdded to Library 513 Times as may i borrow your pencil
Read
+Library
Ibu Terluka, Ibu Juga yang Menjaga

Ibu Terluka, Ibu Juga yang Menjaga

Pesan dari ibu panti, kalau ada laki-laki iseng aku harus jaga jarak karena itu berbahaya. Saat aku beranjak, laki-laki itu mengikuti dan menyerahkan pencil dan penghapus baru. “Ini kamu ambil, Aku membawa doble.” Tanganku yang akan terulur berhenti ragu. Katanya, di dunia ini tidak ada yang gratis. Bisa jadi laki-laki ini memberiku pensil dan menuntutku … hiii. “Ti-tidak, Kak. Terima kasih.” Bukannya menyerah, tanganku diambilnya dan menaruh keduanya di telapak tanganku. “Ini untuk kamu. Good luck!”
102.8K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as may i borrow your pencil
Read
+Library
Terjebak Cinta Si Kaya

Terjebak Cinta Si Kaya

Sepertinya tes yang padat hari itu akan selesai sore hari. Elisa membuka kotak pensil hendak meraut pensilnya, siapa tahu akan digunakannya nanti. Tapi setelah dicari-cari, ternyata ia lupa membawa rautan. Ia pun menoleh ke arah siswa lain di kanan dan kirinya, dan memutuskan untuk meminjam rautan kepada siswa laki-laki yang duduk di sebelah kirinya. "Mmm... Maaf, boleh pinjam rautan pensil nggak?" tanya Elisa dengan hati-hati karena mereka belum kenal, ia takut mengganggu.
1014.9K viewsOngoingAdded to Library 297 Times as may i borrow your pencil
Read
+Library
Thirty Days

Thirty Days

Lantaran semua kertasnya kosong. "Jadi ini semacam buku harian ya?" tanya pada diri sendiri, dan tersenyum makin lebar. Nohan ingin menulis sesuatu, tapi ia tak punya pulpen. Atau mungkin Nohan bisa meminjamnya pada resepsionis, atau perawat. Ya sepertinya Nohan harus meminjamnya, ia ingin menuliskan kebahagiaannya hari ini di buku harian, yang diberikan Nasai padanya.
2.7K viewsCompletedAdded to Library 61 Times as may i borrow your pencil
Read
+Library
Bilur Bulir Bertaut

Bilur Bulir Bertaut

Mareeq terlihat mengamati pulpen itu sebentar dan tertawa. Naomi merasa sedikit malu, "Aku tidak menemukan pulpen lain. Sepertinya ada yang mengambil dari mejaku." Jelasnya. "Aku bisa menggunakan pulpenku." "Tidak apa. Tintanya tinggal sedikit dan aku berencana membeli yang baru." Mareeq kemudian mengalihkan pandangannya ke proposal. "Ini proposal yang terbaru? Bisakah aku mempelajarinya sebentar sebelum menandatangani?" Pinta Mareeq.
918 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as may i borrow your pencil
Read
+Library
Kejutan Suami Lugu

Kejutan Suami Lugu

tanya Mas Reza sambil menautkan alis. “Hmmm … gini saja boleh, Mas? Kalau ada yang minjem uang, biar Adek yang hadepin. Adek gak mau, kebaikan Mas disalah gunakan sama orang-orang. Mas gak mau ‘kan orang-orang jadi ngandelin pinjaman ke Mas buat cicilan ke Bank?” tanyaku sambil menatap wajah Mas Reza. “Astaghfirulloh, apa iya, Dek?” Mas Reza tampak kaget.
1043.9K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as may i borrow your pencil
Read
+Library
Pendidikan Rasa Sakit dan Nikmat

Pendidikan Rasa Sakit dan Nikmat

"Pak Toby, pulpenku jatuh. Aku memakai rok, jadi agak nggak leluasa. Bisa tolong bantu mengambilkannya?" Bahkan aku sendiri tidak menyangka, suaraku bisa terdengar begitu menggoda dan selembut itu. Pak Toby mengangguk, lalu membungkuk untuk mengambil pulpenku. Tiba-tiba, ponselku bergetar lagi. [Buka kakimu!] Apa? Mataku membelalak membaca pesan itu. Aku menarik napas dalam-dalam dan berusaha menenangkan diri.
8.6K viewsCompletedAdded to Library 172 Times as may i borrow your pencil
Read
+Library
Memories in High School

Memories in High School

kesal Saskia. "Eh, tenang dulu dong Neng. Aa ke sini, mau balikin pulpen. Tadi kan di sekolah Aa pinjem pulpen Neng Saski." Kemudian, Kiesha menyodorkan sebuah pulpen berwarna hitam berkarakter mickey mouse kepada Saskia. Saskia menerima pulpen itu secara kasar. "Makasih," ucapnya datar.
4.3K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as may i borrow your pencil
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status