Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tetanggaku Rajin (Minta)

Tetanggaku Rajin (Minta)

“Ya gak bisa gitu, lah, Mbak! Di bank aja mau pinjem duit ada akadnya, ada peraturannya kapan dikembalikan berapa angsurannya?” “Ya kalo pinjem sama elu, kan, mulanginnya bisa kapan-kapan!” “Nah ini dia, kalau mau enak pinjem mulanginnya kapan-kapan mending pinjem sama emakmu sendiri aja, Mbak!” “Elu lama-lama beneran pelit, ye? Entar gue nangis, nih!” “Ya elah, kayak bocah aja gak dikasih permen nangis!”
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai may i borrow your pencil
Baca
+Pustaka
KAWIN KONTRAK SANG PEWARIS TUNGGAL

KAWIN KONTRAK SANG PEWARIS TUNGGAL

tanya Maya dan Boy hanya melotot. "Baik pak saya akan mengatakan.. Bolehkah.. Bo..bolehkah saya meminjam uang pak?" tanya Maya hati-hati. "Untuk apa? Kamu belum mulai bekerja dan disini pun belum ada satu bulan," tanya Boy. "Ada keperluan mendadak di kampung pak memang saya belum ada sebulan kerja disini bahkan baru beberapa hari namun meminjamkannya tidak harus sekarang kok pak," ucap Maya gugup.
1017.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 456 kali sebagai may i borrow your pencil
Baca
+Pustaka
Pangeran, Aku Bukan Istrimu

Pangeran, Aku Bukan Istrimu

“Aku ingin meminta bantuan pada Amun.” “Tentu... Tentu saja. Dia sudah selesai membantu saya.” Lea tahu dia berbohong, karena mengatakannya sambil melirik ke arah meja tempat gulungan papirus yang masih menggunung. Tapi Lea berpura-pura tak melihat. Dia hanya akan ‘meminjam’ Amun sebentar saja. “Aku meminjam ini.” Lea menyambar papirus kosong yang ada di meja paling dekat dengannya, dan juga tinta.
107.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai may i borrow your pencil
Tampilkan Ulasan (8)
Baca
+Pustaka
4fm
semangat yaa Thor <3 aku suka cerita bertema transmigrasi seperti ini, menurutku ini menarik dg berlatar belakang Mesir Kuno ;) semoga Lea dan Rasui bahagia, aku berharap kapal mereka berlayaaar \(>,<)/
fazaa
baguss bgtt aku bacanya ikutan greget ypi suka bgt modelan cwek kek lea. pasti ada yng blom selesai sampai di transmigrasi semangat kakak author mampir juga ke cerita aku ya judulnya "Rahasia Malam Sultan" terima kasih ~
Baca Semua Ulasan
Bilur Bulir Bertaut

Bilur Bulir Bertaut

Mareeq terlihat mengamati pulpen itu sebentar dan tertawa. Naomi merasa sedikit malu, "Aku tidak menemukan pulpen lain. Sepertinya ada yang mengambil dari mejaku." Jelasnya. "Aku bisa menggunakan pulpenku." "Tidak apa. Tintanya tinggal sedikit dan aku berencana membeli yang baru." Mareeq kemudian mengalihkan pandangannya ke proposal. "Ini proposal yang terbaru? Bisakah aku mempelajarinya sebentar sebelum menandatangani?" Pinta Mareeq.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai may i borrow your pencil
Baca
+Pustaka
Kejutan Suami Lugu

Kejutan Suami Lugu

tanya Mas Reza sambil menautkan alis. “Hmmm … gini saja boleh, Mas? Kalau ada yang minjem uang, biar Adek yang hadepin. Adek gak mau, kebaikan Mas disalah gunakan sama orang-orang. Mas gak mau ‘kan orang-orang jadi ngandelin pinjaman ke Mas buat cicilan ke Bank?” tanyaku sambil menatap wajah Mas Reza. “Astaghfirulloh, apa iya, Dek?” Mas Reza tampak kaget.
1044.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai may i borrow your pencil
Baca
+Pustaka
Cinta Buta Sang Mafia

Cinta Buta Sang Mafia

Aku tetap fokus memperbaiki pasal-pasal kontrak dan menganggap ucapan itu seperti tiupan angin. Melihatku tak terpancing, senyuman di wajah Melisa sempat kaku sejenak. Dia menunduk melihat pena di tanganku dan muncul ide licik. “Pena ini lumayan bagus.” Tiba-tiba, dia mengulurkan tangan, “Boleh kupinjam sebentar?” Belum sempat aku merespons, di sudah merebut pena itu dari tanganku. Itu adalah pena merek mewah yang cukup langka, hadiah dari Rian di tahun pertama pernikahan kami.
12.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 424 kali sebagai may i borrow your pencil
Baca
+Pustaka
Pernikahan Jebakan: Dimanja Sang Presiden

Pernikahan Jebakan: Dimanja Sang Presiden

Suzy segera selesai menggambar, lalu mengeluarkan jarum perak, dan menjelaskan poin penting padanya. Barbie Xin mencatatnya, lalu mengangguk dan berkata, "Nona Suzy, aku tidak membawa jarum perak, dan waktunya sangat mepet. Bisakah kau meminjamkan jarum perakmu terlebih dulu, aku akan segera mengembalikannya setelah mengobati Bibi Liu." Suzy ragu-ragu sejenak, kemudian berpikir ini menyangkut nyawa seseorang.
9.34.9M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177.4K kali sebagai may i borrow your pencil
Tampilkan Ulasan (1893)
Baca
+Pustaka
Mhealie 99
cerita nya seru sayang nya dari satu bab 10 koin sekarang sudah 14 koin, bantuan penerima koin juga sedikit tolong dong jangan di tambah lagi koin untuk membaca setiap bab nya, walau di tambah tapi mendapatkan koin nya di permudah juga..
Iss
utk Paviliun Angin, bnr² tega bgt ya.bisa²nya bikin ak maraton baca selama 26hr nggak peduli hbs jutaan buat beli koin smpe mataku kyk panda bengkak ngkak ngkak.kadang smpe lupa mkan. Tolong UPDTEnya yg banyak&jgn lama². jgn bikin aku tersiksa krna penasaran cerita selanjutnya......
Baca Semua Ulasan
Dinikahi Dosen

Dinikahi Dosen

Ia sedang rebahan di atas ranjang, dengan beberapa lembar kertas dan buku-buku. Aku melangkah malas, mendekat ke arah ranjang. Saat aku hendak mengambil pulpen yang di sodorkannya, dia malah menariknya kembali. "Mas, aku pinjam sih," kataku memaksa. "Cepetan, ini penting. Aku kehabisan stok pulpen." Wajah Pak Alvin seperti menahan tawa. Seperti suka sekali melihat wajahku yang nampak ganas.
1036.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai may i borrow your pencil
Baca
+Pustaka
Pendidikan Rasa Sakit dan Nikmat

Pendidikan Rasa Sakit dan Nikmat

"Pak Toby, pulpenku jatuh. Aku memakai rok, jadi agak nggak leluasa. Bisa tolong bantu mengambilkannya?" Bahkan aku sendiri tidak menyangka, suaraku bisa terdengar begitu menggoda dan selembut itu. Pak Toby mengangguk, lalu membungkuk untuk mengambil pulpenku. Tiba-tiba, ponselku bergetar lagi. [Buka kakimu!] Apa? Mataku membelalak membaca pesan itu. Aku menarik napas dalam-dalam dan berusaha menenangkan diri.
8.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai may i borrow your pencil
Baca
+Pustaka
Ibu Susu Bayi Kembar Pengacara Dingin

Ibu Susu Bayi Kembar Pengacara Dingin

Siluet tubuh tinggi berdiri di ambang pintu. Beberapa detik berlalu, bayangan itu mendekat. “Lihat apa?” Suara dingin yang sangat familiar menyapanya. “Itu … pulpen saya habis. Mau ambil ke kamar babysitter,” sahut Yasmin gugup. Barra melangkah maju. Yasmin mundur tanpa sadar, dan punggungnya membentur railing tangga. “Pakai ini.” Barra menyodorkan pulpen dari saku jasnya.
1038.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai may i borrow your pencil
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status