Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!

Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!

Serpihan kayu kecil menggelinding ke dekat buku catatan Oliver. Oliver menatap serpihan itu. Lalu menatap pensil yang patah. Lalu menatap Benedict. “Lord Harrington?” “Pensilnya jelek.” “Itu pensilku,” kata Oliver pelan. “Aku pinjamkan padamu tadi.” Benedict menatap pensil yang patah di tangannya, lalu meletakkannya di meja. “Aku akan ganti.” “Tidak perlu—”
103.5K viewsOngoingAdded to Library 134 Times as may i borrow your pencil
Show Reviews (11)
Read
+Library
Luna Maji
Selamat datang di cerita baru ini Perjalanan Rosemary baru saja dimulai, jadi semoga kalian betah di sini. Kalau suka, jangan lupa tinggalkan vote dan ulasan untuk menemani perjalanan Rosemary (⁠◕⁠ᴗ⁠◕⁠✿⁠)
Ryani
maaf thor. sempet negatif thinking.. hehe. . kebiasaan sblm baca sinopsisnya, liat gambarnya dl, tk kirain ini laki sm laki.. hehehe... masuk pustakan dl ya thor... baca kalau sdh bnyak bab nya... sering tdk sabar kl msh ongoing hrus nunggu update babnya
Read All Reviews
BE WITH YOU

BE WITH YOU

“Belum, tapi aku nggak mau berhutang apa pun sama kamu.” Harusnya aku kasih saja pulpen itu sejak awal. Aku menggeleng, merasa meminjam pulpen dan tidak mengembalikannya lagi itu bukan masalah yang besar. Apalagi disebut dengan hutang. Bukankah itu berlebihan? “Pakai aja pulpennya. Aku masih punya satu lagi, kok.”
Hot Chapters
103.8K viewsCompletedAdded to Library 107 Times as may i borrow your pencil
Read
+Library
BAIT-BAIT CINTA SANG PEMBERONTAK

BAIT-BAIT CINTA SANG PEMBERONTAK

Perempuan itu kemudian berjalan dan mendekati Moza yang berada tidak jauh dari ruangan tersebut. “Maaf, Kak. Bisa pinjam penanya sebentar?” kata perempuan itu pada Moza. “Oh, iya, Mbak.” Moza membuka tasnya dan memberikan sebuah pena warna hitam. “Ini, Mbak.” Moza menyodorkan sebuah pena dan perempuan itu meraihnya.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as may i borrow your pencil
Read
+Library
Dicampakkan Setelah Melahirkan

Dicampakkan Setelah Melahirkan

“Ya. Aku butuh banget, Al.” Aldino menghela napas panjang, menyandarkan tubuhnya ke kursi. “Baik, aku bisa memberimu pinjaman. Hum, gak perlu pinjam, kamu gak usah bayar. Tapi sebelum itu, aku ingin tahu, untuk apa uang ini?”
1036.2K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as may i borrow your pencil
Read
+Library
Istri Tangguh Tuan Angkuh

Istri Tangguh Tuan Angkuh

"Aku nggak tahu ponsel aku di mana. Jadi, aku harus punya ponsel baru. Apa lagi besok aku udah masuk kuliah lagi, aku butuh banget ponsel. Aku nggak tahu juga kapan bisa bayar, tapi aku pinjem duit kamu ya. Buat beli ponsel," kata Moza. Dinda pun tersenyum mendengar keinginan Moza. "Din, kok ketawa sih? Nggak boleh ya?" Moza pun menggaruk kepalanya dengan senyum canggungnya. "Ahahahhaha," akhirnya tawa Dinda pun pecah karena melihat wajah Moza yang lucu. Belum lagi barusan Moza meminta pinjaman uang padanya.
10114.7K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as may i borrow your pencil
Read
+Library
Kontrak Cinta Seribu Hari

Kontrak Cinta Seribu Hari

Ketika pelajaran menggambar, Jose kelupaan membawa crayon karena semalam dia memakainya di meja belajar dan tidak memasukkannya. Martin melirik dan tahu jika Jose tak dapat mewarnai gambar gajah di buku mewarnai. Jadi dia meminjamkan miliknya pada Jose. “Kita bisa pakai bareng-bareng,” kata Martin. Jose tersenyum. Kedua mata mereka saling bertemu kemudian tertawa seolah ada hal lucu yang orang dewasa tak akan mengerti.
105.5K viewsCompletedAdded to Library 196 Times as may i borrow your pencil
Read
+Library
YOU

YOU

“Lo mau pesen apa? Biar gue pesenin sekalian” “Nanti aja gue pesennya. Lo mau pesen sekarang emang, Lun?” “Tadinya, tapi karna lo pesennya nanti, yaudah gue juga nanti aja deh pesennya.” “Yeh anak labil dasar.” “Hahahaha biarin, yang penting Bahagia”
2.3K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as may i borrow your pencil
Read
+Library
Jadi Sekertaris Mantan

Jadi Sekertaris Mantan

Entah dengan Alasan lupa membawa pulpen, tintanya habis, atau alasan lain dengan berkata bahwa tinta pulpennya bocor. Awalnya Aleana tidak merasakan apapun ketika Saka meminjam pulpennya namun jika setiap hari Saka meminjam pulpen pada Aleana lama kelamaan Aleana berang. Apa pria ini tidak memiliki pulpen lain atau apa pria ini tidak mempunyai uang untuk membeli pulpen? Hingga suatu saat Aleana membawa pulpen lain dan menyodorkannya pada Saka.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as may i borrow your pencil
Read
+Library
Lelaki Impian Si Gadis Tak Sempurna

Lelaki Impian Si Gadis Tak Sempurna

Sialnya, otakku tidak bisa diajak bekerja sama untuk lebih fokus pada menu minuman apa yang kuinginkan. "Mau saya bantu mau pesan apa?" "Ehm ... bisakah kamu meminjami aku kertas dan pulpen?" Pramusaji itu mengangkat kedua alisnya lalu tersenyum, "Baik. Saya ambilkan dulu." Setelah aku mendapat kertas dan pulpen itu, aku menulis beberapa kalimat disana
10166.4K viewsCompletedAdded to Library 6.0K Times as may i borrow your pencil
Read
+Library
Ibu Susu Bayi Kembar Pengacara Dingin

Ibu Susu Bayi Kembar Pengacara Dingin

Siluet tubuh tinggi berdiri di ambang pintu. Beberapa detik berlalu, bayangan itu mendekat. “Lihat apa?” Suara dingin yang sangat familiar menyapanya. “Itu … pulpen saya habis. Mau ambil ke kamar babysitter,” sahut Yasmin gugup. Barra melangkah maju. Yasmin mundur tanpa sadar, dan punggungnya membentur railing tangga. “Pakai ini.” Barra menyodorkan pulpen dari saku jasnya.
1038.4K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as may i borrow your pencil
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status