“Siapa orang yang mengancam
Mbok? Katakan! Aku sama sekali tidak akan memaafkan orang yang sudah berani mencelakakan mama dan papa.
Mbok Lastri kembali membisu. Ia hanya bisa menggelengkan kepalanya, dengan tubuh yang semakin bergetar hebat. Mulut wanita paruh baya tersebut seolah terkunci rapat.
“
Mbok, Gendis mohon jawab,” desak Gendis mulai tidak sabar. Namun, wanita itu paham dengan hanya melihat raut wajah
Mbok Lastri yang mendadak pucat menandakan kalau telah terjadi sesuatu yang tidak baik.
“M-
mbok ... si
Sikat na Kabanata