KUBELI KESOMBONGAN IPARKU
"Iya, aku meeting diperkirakan sampai jam dua pagi, aku meeting berempat di ...."
"Di Apartemen Pandawa nomor 147," sambungku sambil tersenyum dan mengangkat kedua alis, aku sengaja memotong pembicaraan Mas Gerry ketika ia hendak bicara di mana lokasi meetingnya. Biar sekalian ia tidak bisa berkelit lagi di hadapan istrinya, Mbak Dila pun tentu malu karena aku mengetahui lokasi meetingnya.
Mata Mas Gerry membulat, bahunya menghadap ke arah istrinya, sesekali juga dihadapkan ke arah sang mama.