Mayat di Atas Ranjang
“Tidak boleh! Aku harus bertahan, sedikit lagi. Mereka harus tahu kalau aku sekarat, jika aku sampai terlambat sedikit saja, nyawaku benar-benar melayang, maka habislah semuanya! Tak bisa aku menyelamatkan Hendi. Bertahan!”
Jaraknya dengan Nurse Station hanya tinggal dua meter lagi. Samar-samar di batas kesadarannya, Nurlaila masih sempat melihat ada beberapa perawat di sana yang tengah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Tidak ada seorang pun di antara mereka yang menyadari ada seorang pasien tengah melangkah menuju mereka, berdarah-darah, meregang nyawa.
“T-tolong!” Dengan sisa-sisa kesadarannya yang terakhir, Nurlaila berseru.
Hot Chapters