Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sweet Chaos

Sweet Chaos

“Quin Sena Sena …. Selama ada Quin …. Di mana saja, Sena …. Bagai neraka. Quin Sena Sena …. Selama ada Quin …. Di mana saja, Sena …. Bagai neraka. Quin Sena Sena—.” Tawa Quin menyembur mendengar nyanyian Sena. Lirik yang begitu asal dengan nada lagu Que Sera Sera. “Ya Tuhan,” ujar Quin. Dia duduk dan menatap Sena. Begitu tawanya mereda, dia menangkup wajah Sena dengan salah satu tangannya. Sena yang mendadak mengatupkan bibirnya dengan rapat, terlihat begitu menggemaskan di mata Quin.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai melukis senja lirik
Baca
+Pustaka
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Batang pohon menampilkan goresan huruf segel yang tegas, sementara ikan-ikan kecil yang lucu di mata air digambarkan dengan hati-hati, seolah-olah dalam huruf-huruf kecil yang teliti. Tanpa menjawab, Senja membilas kuas di ember air, meletakkannya di samping agar kering, lalu menoleh ke arah Stuart, bertanya, "Apa tidak apa-apa?" Stuart tersenyum canggung, mengusap hidungnya, dan berbalik untuk kembali ke tempat duduknya. Barulah ia menyadari bahwa pada suatu saat, beberapa orang telah tertarik ke tempat itu, menyaksikan Senja melukis. Tiga atau empat orang gadis bahkan mengambil foto dengan ponsel mereka. Stuart merasa lega karena Senja mengenakan topi dan masker, sehingga tidak mudah diken
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai melukis senja lirik
Baca
+Pustaka
Melukis

Melukis

Raina tersenyum manis sampai matanya hanya terlihat segaris. Tian hanya mengangguk-agguk, ia berhenti melihat gadis itu, dan mengalihkan pandangan ke kanvas miliknya. Tian tidak sanggup melihat wajah Raina, karena baginya itu terlalu manis, ia juga merasa wajahnya sudah memerah sekarang, dan bahkan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasa nya. Setelah berpikir lama, Tian mulai melukis, ia memberi warna hitam pada dasar lukisannya, dan warna putih untuk guratan-guratan di atasnya. Tian mengartikan lukisan itu sebagai ‘kebingungan’, ia merasa bingung dengan suasana hatinya sekarang. Di satu sisi ia merasa senang dengan adanya Raina sebagai sahabat dan orang yang ia sukai, tetapi di sisi lain
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai melukis senja lirik
Baca
+Pustaka
Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Lira tersenyum getir. “Kalau begitu… aku akan menciptakan ruang itu.” Sebelum Revan sempat menahannya, Lira mengangkat tangan, dan pena cahaya itu menyala terang— terlalu terang untuk dunia bertahan. Tinta hitam dari langit melesat turun, berusaha menghancurkan penanya. Namun sebelum tinta itu menyentuhnya— Lira menulis satu garis. Satu garis tipis.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai melukis senja lirik
Baca
+Pustaka
CATATAN UNTUK SENJA

CATATAN UNTUK SENJA

Bayangan Senja terlintas di pikiran Devan, saat Senja menerangkan beberapa materi tentang persamaan garis singgung kurva, grafik, dan Linier. "Ahs, ini ternyata mudah!" seru Devan cukup keras, membuat seluruh teman-temannya memandang dirinya, bahkan guru di depan pun menggelengkan kepala saat itu. Senja tersenyum, setelah menyelesaikan soal ujiannya terlebih dahulu. Sementara, Devan tampak lebih tenang, setelah Senja memberikan dua rumus untuk mengerjakan beberapa soal essai pada lembar soal ujian. Meskipun hanya dua rumus yang Senja berikan kepada Devan, namun itu sangatlah berarti bagi Devan. Karena dengan begitu, pikiran Devan kembali terbuka dan bisa konsentrasi dalam mengerjakan soal-so
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai melukis senja lirik
Baca
+Pustaka
Suamiku, Sayangilah Aku!

Suamiku, Sayangilah Aku!

Jacob melirik ke luar jendela, lalu berdiri hendak keliling di luar sana. Setelah Sienna menyelesaikan sketsa lukisannya, dia baru menyadari ternyata langit sudah gelap. Lukisan yang ingin dilukis Sienna adalah lukisan seorang lelaki tua sedang memancing, lalu dipadukan dengan latar gunung dan sungai. Lukisan ini menghilangkan kesan monoton di dalam ruangan. Piring cat warna Sienna terlihat agak kotor. Dia pun pergi ke wastafel di ujung sana untuk mencuci kuas dan juga mengganti air baru.
9.3856.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20.6K kali sebagai melukis senja lirik
Tampilkan Ulasan (296)
Baca
+Pustaka
Widya Syari Putri
sudah tahu jalur ceritanya sampai anak² mereka TK, tp tetap menunggu versi di sini karena tata bahasa di sini enak untuk dibaca...berharap authornya update banyak bab perharinya supaya cepet² selesai dr part² yg membosankan
S.n
Saat Penny ketahuan Sienna, banyak komentar dan seru, sekarang saat Sienna ketahuan anak keluarga Shankar sepertinya biasa aja ya.... Tapi jadi ngebaca misterinya terungkap setiap kelipatan chapter 700an kayanya he... Sekarang juga kan chapter 1400an...
Baca Semua Ulasan
Suami Dadakanku Bukan Pria Sembarangan

Suami Dadakanku Bukan Pria Sembarangan

lirih Senja dengan mata berbinar bahagia. ***
9.7243.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.1K kali sebagai melukis senja lirik
Tampilkan Ulasan (27)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, DNA ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Mrs.B
Maaf thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Baca Semua Ulasan
CEO Galak, Cintai Aku!

CEO Galak, Cintai Aku!

Bagaimana jika nanti terjadi sesuatu yang buruk pada cewek itu? Elusan lembut pada kepalanya membuat Senja membuka matanya lagi dan mengintip. Nampak Mentari sedang tersenyum sambil menyanyikan sebuah lagu. Entah lagu apa. Yang jelas, suaranya begitu merdu dan elusan tangannya begitu menenangkan. Bibir pucat Senja mengukir sebuah senyum dan kedua matanya kembali terpejam. “Serena... kamu datang untuk melihatku, ya?”
109.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 238 kali sebagai melukis senja lirik
Baca
+Pustaka
ISTRI SENILAI SAHAM

ISTRI SENILAI SAHAM

Rey kembali mencuri lirik ke arah Senja, tersimpul senyum devil tanpa sepengetahuan Senja yang sedang menikmati pemandangan dari balik kaca. "Ya, kita akan bersenang-senang. Terutama kamu, Senja. Kamu akan menyenangkan hatiku kali ini..."
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai melukis senja lirik
Baca
+Pustaka
Dekapan Hangat Om Dokter

Dekapan Hangat Om Dokter

Senja tidak menggubris, ia memilih ke kamarnya, lalu mengunci pintu kamarnya. Air mata Senja terus berjatuhan, ia memeluk lututnya sendiri. “Sudahlah, Senja. Jangan menangis. Apa yang kamu harapkan dari dia?” Terlalu lelah menangisi kebodohannya, Senja tertidur dalam keadaan meringkuk. ***
10837 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai melukis senja lirik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status