Kau Duakan Aku, Kubuat Sengsara Hidupmu
kunci terdengar begitu nyaring di keheningan malam, seperti suara penutup sebuah babak.
Lalu, aku bersandar di balik pintu, napas memburu, tangan gemetar. Emosiku bercampur aduk: lega, marah, sedih, dan juga sedikit kosong. Aku bisa mendengar suara Bang Fahri di luar, memukul-mukul pintu pelan, lalu merengek, memanggil namaku berulang kali. Lama-kelamaan, suaranya menghilang, digantikan oleh keheningan malam serta suara serangga.
Sikat na Kabanata